Bab 2: Apakah Bisa Melakukan Split Termasuk Kemampuan Khusus?
Halaman 1/3
Karena penasaran, Wang Wuchen menatap Su Shu dan bertanya, “Apa tingkat kemampuanmu?”
Su Shu menegakkan dada dan mengangkat kepalanya. “Tingkat E!”
Seketika, semua orang tercengang. Seberapa tebal wajahnya sebenarnya? Bagaimana mungkin kemampuan tingkat E yang paling rendah bisa ia ucapkan dengan aura tingkat SSS?
Sudut bibir Wang Wuchen kembali berkedut. Ia mengangguk-angguk. “Baik, baik, baik. Tingkat E, ya? Mulai besok, tugas penting sekolah akan diserahkan kepadamu!”
Mata Su Shu langsung berbinar. “Kepala Sekolah, tugas apa?”
“Membersihkan toilet!” Suara Wang Wuchen meninggi beberapa tingkat, nyaris terdengar seperti teriakan.
Su Shu masih hendak berbicara, tetapi Wang Wuchen langsung memotongnya. “Diam!”
Su Shu pun tak berani berkata apa-apa lagi. Sementara itu, para siswa lain memandangnya dengan wajah penuh kegembiraan atas kemalangannya.
“Ehem!” Wang Wuchen kembali memegang mikrofon. “Hari ini adalah hari terpenting bagi kalian semua. Setelah membangkitkan kemampuan, kalian bukan hanya memperoleh kekuatan, tetapi juga tanggung jawab!”
“Kalian tentu sudah melihat berita tadi malam. Gerbang Binatang Buas di Kota Laut Merah lepas kendali, menyebabkan dua puluh ribu orang tewas, empat puluh ribu orang terluka, dan tak terhitung banyaknya orang kehilangan tempat tinggal!”
“Ini adalah kabar yang memilukan, sekaligus pengingat bagi kita setiap saat: tanpa kekuatan, tidak ada ruang untuk bertahan hidup.”
“Kalian harus memanfaatkan setiap waktu untuk meningkatkan kemampuan. Tak perlu berpikir untuk melindungi dunia atau seluruh umat manusia; setidaknya kalian harus mampu melindungi diri sendiri dan keluarga kalian!”
“Baiklah, selanjutnya pergilah kepada Guru Zhou untuk mendaftarkan kemampuan yang baru kalian bangkitkan! Kita akan mencatat dan melaporkannya.”
Setelah berkata demikian, Wang Wuchen meletakkan mikrofon lalu turun dari panggung dan pergi.
Tentu saja Su Shu menjadi orang pertama yang mendatangi tempat pendaftaran. Ia tak berani mengantre. Ia takut ada orang yang merasa kesal lalu menyergapnya dari belakang.
“Nama kemampuan!”
Su Shu menjawab, “Peluk Aku, Saudaraku!”
Guru Zhou, yang sedang melakukan pendaftaran, tanpa sadar mengangkat kepala dan menatap Su Shu. “Panggil saya guru. Siapa yang kau panggil saudara?”
Su Shu tertegun. “Itu… Guru, nama kemampuan saya memang Peluk Aku, Saudaraku!”
Barulah Guru Zhou mengerti. “Baik. Jenisnya?”
Su Shu berpikir sejenak. “Seharusnya termasuk jenis khusus.”
Guru Zhou mengangguk. “Baik. Tingkatnya?”
Su Shu menjawab, “Tingkat E.”
Halaman 1/3
Halaman 2/3
“Baik. Tidak membangkitkan kemampuan lain, kan?”
Su Shu buru-buru bertanya, “Guru, saya bisa melakukan split sambil menulis dengan kaki! Apakah itu termasuk?”
“Menyingkir kau!” Guru Zhou menunjuk ke samping sambil memanjangkan nada suaranya.
Dengan tak berdaya, Su Shu hanya bisa pergi. Sungguh, tak pernah ada yang memercayainya!
Pada saat itu, para siswa lain mulai berdatangan untuk mengantre dan mendaftar. Tanpa terkecuali, setiap orang yang melewati Su Shu menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.
Su Shu membelalakkan mata dan membalas tatapan mereka satu per satu tanpa sedikit pun mengalah, terutama Huang Jiong yang menatapnya dengan sangat garang.
Ketika Li Yafei berjalan di depan Su Shu, ia pun menatapnya dengan penuh kebencian. Bagaimanapun juga, Su Shu telah membuatnya kehilangan muka di depan begitu banyak orang. Mustahil ia tidak membencinya.
Sebenarnya, sejak awal memang Su Shu yang bersalah, sehingga ia merasa sedikit bersalah. Dengan canggung, ia meminta maaf, “Itu… Paman, aku tidak sengaja!”
Li Yafei langsung semakin murka. “Siapa yang kau panggil paman? Kalau ingin mati, katakan saja terus terang!”
Su Shu sama sekali tidak memedulikannya dan segera melarikan diri. Sudah banyak orang yang selesai mendaftar dan berdatangan. Jika ia tidak segera pergi, besar kemungkinan ia akan kembali dikepung.
Setelah kembali ke kelas dan menunggu cukup lama, para siswa pun berangsur-angsur kembali.
“Su Shu, nyalimu benar-benar besar! Dewi sekolah, Li Yafei, sampai kau peluk! Huang Jiong pasti kesal setengah mati! Kau tidak tahu, orang itu setiap hari bersikap congkak seperti orang bodoh. Sejak lama aku sudah tidak tahan melihatnya!” Seorang pemuda bertubuh gemuk menghampiri Su Shu dan tak kuasa menahan pujian.
Senyumnya membuat lemak di wajahnya mengerut, membentuk garis-garis gelap di sela-selanya. Namanya Zhang Yuan, dan sesuai namanya, tubuhnya benar-benar bulat.
Su Shu segera berkata dengan rendah hati, “Ah, tidak juga. Li Yafei sendiri yang sukarela menerobos ke pelukanku! Mau bagaimana lagi? Wajahku terlalu tampan. Mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati saat keluar rumah. Kalau tidak, akan selalu ada gadis yang berniat buruk kepadaku!”
Zhang Yuan langsung terdiam. Ia sadar bahwa dirinya sama sekali tidak mungkin berbicara normal dengan Su Shu.
Melihat lawan bicaranya tak lagi berkata-kata, Su Shu segera berdiri dan menepuk bahu Zhang Yuan. “Yuan, kemampuan tingkat apa yang kau bangkitkan?”
Begitu mendengar pertanyaan itu, kepercayaan diri Zhang Yuan seketika pulih. “Kemampuan elemen tanah tingkat A, Baju Zirah Berat!”
Mata Su Shu langsung berbinar. “Karung Pasir Berat! Sekarang aku sudah punya keterampilan menyerang. Bolehkah aku berlatih menggunakanmu sebagai sasaran?”
Zhang Yuan tak berdaya. “Kak Su, namanya Baju Zirah Berat!”
Su Shu melambaikan tangan. “Jangan terlalu memedulikan detail.”
Zhang Yuan langsung berbalik dan pergi, tak mau lagi meladeni Su Shu. Ucapan orang itu benar-benar menyebalkan.
Su Shu semula hendak mengejarnya, tetapi wali kelas mereka, Luo Tianyi, masuk ke ruang kelas. Ia pun terpaksa duduk kembali.
Setelah itu, Luo Tianyi menyemangati mereka semua dan menjelaskan beberapa kebijakan penghargaan dari sekolah.
Halaman 2/3
Halaman 3/3
Yang paling menarik tentu saja adalah kebijakan pertama: sekolah menyediakan empat kuota rekomendasi untuk Universitas Kemampuan Sumber Naga. Keempat siswa itu akan dipilih melalui ujian akhir semester dan tidak perlu mempertimbangkan nilai pelajaran umum.
Universitas Kemampuan Sumber Naga adalah universitas kemampuan paling unggul di Huaxia, yang terletak di Kota Sumber Naga, tepat di pusat Huaxia.
Lebih dari seribu tahun yang lalu, berbagai Gerbang Binatang Buas muncul secara tiba-tiba di seluruh penjuru dunia. Dari dalamnya bermunculan beragam binatang buas yang sangat kuat. Pada masa itu, umat manusia mengalami bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan tak terhitung banyaknya orang tewas dalam malapetaka tersebut.
Tahun itu kemudian dikenal sebagai Tahun Kegelapan Umat Manusia.
Namun, belakangan manusia menemukan bahwa setelah Gerbang Binatang Buas muncul, setiap manusia yang mencapai usia delapan belas tahun akan secara otomatis membangkitkan berbagai kemampuan hebat. Mereka juga dapat meningkatkan kekuatan kemampuan dengan menggunakan inti kristal binatang buas.
Akhirnya, setelah mendapat perlawanan dari para pemilik kemampuan, binatang-binatang buas itu berhasil didesak kembali ke dalam Gerbang Binatang Buas.
Meski demikian, sesekali berbagai binatang buas masih keluar dari gerbang tersebut dan menimbulkan kekacauan.
Agar umat manusia tidak lengah setelah kembali hidup damai, para pemilik kemampuan generasi terdahulu mengubah nama berbagai tempat menjadi nama Gerbang Binatang Buas. Dengan begitu, para pemilik kemampuan generasi penerus diharapkan senantiasa mengingat keberadaan gerbang-gerbang tersebut.
Kota Sumber Naga dinamai berdasarkan Gerbang Sumber Naga.
Demikian pula, Kota Luo’an dinamai berdasarkan Gerbang Luo’an.
Kota Laut Merah juga memperoleh namanya dari Gerbang Laut Merah.
Karena setiap Gerbang Binatang Buas terhubung dengan dunia yang berbeda, binatang-binatang buas di dalamnya pun sangat beragam, dengan tingkat kekuatan yang tidak sama.
Gerbang Sumber Naga merupakan gerbang dengan binatang buas terkuat yang pernah diketahui hingga saat ini.
Binatang-binatang buas yang kuat itu juga membawa kemampuan yang paling dahsyat dan paling istimewa, dengan tingkat kualitas tertinggi. Bagi para pemilik kemampuan di masa depan, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat langka dan berharga.
Selain kualitas pengajaran serta berbagai tunjangan dari Universitas Kemampuan Sumber Naga, lokasinya yang berada di dekat Gerbang Jurang Naga juga sangat menarik. Di sana, seseorang memiliki peluang besar untuk memperoleh kemampuan berkualitas tinggi di masa depan.
Karena itu, setelah wali kelas Luo Tianyi menyampaikan kebijakan tersebut, sekelompok siswa di bawah langsung bersemangat dan tak sabar untuk mencoba.
Berbeda dengan mereka, Su Shu justru tampak kurang berminat. Tentu saja, tempat itu memiliki peluang besar, tetapi pada saat yang sama juga merupakan tempat paling berbahaya di antara seluruh universitas kemampuan.
Masuk universitas kemampuan bukan berarti pergi bersenang-senang. Para siswa harus sering memasuki Gerbang Binatang Buas untuk berlatih, dan di sana nyawa mereka bisa terancam kapan saja.
Namun, perkataan Luo Tianyi berikutnya akhirnya membuat Su Shu sedikit tergoda.
Halaman 3/3