Bab 30: Ambisi Su Shanqi! Mungkinkah Ingin Pergi ke Hotel?
Menghadapi perubahan aura dan ekspresi Xiao Ya yang mendadak, Su Shanqin benar-benar panik. Terlebih lagi, karena ia tidak mengetahui hubungan sebenarnya antara Xiao Ya dan Grup Tianyun, ia benar-benar tidak berani memancing masalah lebih jauh dengannya.
"Pantas saja kau tiba-tiba menjadi begitu berani, ternyata kau sudah mendapat dukungan orang kuat."
Su Shanqin memaksakan diri untuk tenang. Ia tidak berani menatap mata Xiao Ya, sehingga ia mengalihkan pandangannya kepada Su Chen untuk mengubah topik pembicaraan.
"Kau salah, justru akulah yang sedang mengandalkan adik kelasku ini."
Sebelum Su Chen sempat menanggapi, Xiao Ya kembali ke sikapnya yang ceria. Sambil tersenyum geli, ia merangkul lengan Su Chen dan menatap Su Shanqin dengan nada mengejek, "Aku mendengarkan percakapan kalian tadi. Nona Su ini berbicara dengan sangat meyakinkan, namun sebenarnya ia sedang membangun landasan agar bisa merebut hak waris Grup Su untuk dirinya sendiri. Apa aku salah?"
"Apa maksudmu?"
Su Chen, yang sama sekali tidak memahami intrik di dalam keluarga kaya, bertanya dengan bingung.
"Kau mengada-ada!"
Wajah Su Shanqin sedikit berubah. Dengan perasaan bersalah, ia menyanggah, "Aku hanya berbicara berdasarkan fakta."
"Kau hanya bisa menipu adik kelasku yang lugu ini, tapi tidak akan semudah itu menipuku."
Xiao Ya mencibir dengan nada meremehkan. Ia menjelaskan, "Adik kelas, alasan kakakmu ini begitu membela anak angkatnya dan menyingkirkanmu adalah karena ia ingin menjadi pemimpin keluarga Su di masa depan."
"Su Jun, sehebat apa pun dia, hanyalah anak angkat keluarga Su yang tidak memiliki hak waris secara hukum. Kelak, ia bisa dengan mudah menendang Su Jun keluar dari Grup Su kapan saja."
"Sedangkan kau, seburuk apa pun kondisimu, tetaplah putra kandung yang diakui oleh kepala keluarga Su. Secara hukum, kau memiliki hak waris yang tidak bisa dirampas oleh siapa pun."
"Itulah alasan utama mengapa dia bersikeras memaksamu pergi dari Kota Yunjiang. Jika tidak, kau sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Su, jadi tidak perlu baginya untuk bertindak sejauh ini."
"Begitu rupanya."
Su Chen tersadar dan menatap Su Shanqin, "Ini sangat sesuai dengan sikapmu yang rasional dan dingin. Tidak kusangka Nona Besar Su memiliki ambisi sebesar itu."
"Kalian benar-benar omong kosong!"
Su Shanqin melotot tajam ke arah Xiao Ya. Sambil berbalik pergi, ia menggertakkan gigi dan berkata, "Su Chen, meskipun kau kembali ke keluarga Su, aku tidak akan pernah mengakuimu. Adikku hanyalah Su Jun seorang."
Su Shanqin sebenarnya sudah lama menyadari ketidakadilan dan penderitaan yang dialami Su Chen di keluarga Su, namun ia tidak pernah sekalipun meluruskan keadaan. Alasan utamanya adalah karena ia tidak ingin melepaskan kendali atas Grup Su.
Sebagai putri sulung keluarga Su, Su Shanqin sudah lama menangani urusan perusahaan. Ia mengelolanya dengan sepenuh hati, berbeda dengan adik-adik perempuannya yang memiliki karier sendiri; ia telah mengorbankan segalanya untuk keluarga Su.
Kini, di usia dua puluh tujuh tahun, ia belum menikah. Jika ia tidak bisa mengambil alih keluarga Su, ia hanya akan menjadi alat pernikahan politik keluarga sebagai perawan tua.
Terlebih lagi, kekuasaan adalah hal yang membuat ketagihan. Bagaimana mungkin Su Shanqin bisa melepaskannya begitu saja?
Sebagai putra kandung, Su Chen merupakan ancaman yang jauh lebih besar bagi posisi Su Shanqin dibandingkan Su Jun yang hanya anak angkat tanpa hak waris legal. Inilah alasan sebenarnya mengapa ia memusuhi Su Chen dan ingin mengusirnya dari Kota Yunjiang.
"Dulu aku hanya mendengar bahwa persaingan di keluarga kaya itu kejam, hari ini aku baru benar-benar merasakannya."
Su Chen menatap punggung Su Shanqin yang tampak kacau dan menyindir dalam hati, "Aku penasaran, bagaimana reaksinya nanti saat tahu bahwa Su Jun sebenarnya adalah putra kandung Su Quande dan juga memiliki hak waris?"
"Setelah bertemu langsung dengan kakakmu, aku akhirnya mengerti mengapa kau memilih memutuskan hubungan dengan keluarga Su."
Saat Su Chen sedang melamun, ia tiba-tiba merasakan kehangatan yang kenyal di lengannya, dan suara Xiao Ya yang merdu seperti denting lonceng terdengar di telinganya.
"Terima kasih, Kak Xiao Ya, sudah membelaku."
Su Chen tersadar dan segera berterima kasih dengan nada khawatir, "Mengapa kau datang kemari? Apakah terjadi sesuatu pada kakek?"
"Berkat pengobatanmu, kondisi kakekku sekarang sangat baik."
Wajah Xiao Ya sedikit merona. Setelah melepaskan lengan Su Chen, ia menunduk dan berbisik, "Sebenarnya, kakekku yang memintaku datang untuk menyampaikan terima kasih padamu."
"Syukurlah jika kakek baik-baik saja."
Su Chen merasa lega dan berkata dengan santai, "Soal ucapan terima kasih, tidak perlu dipikirkan. Kakak sudah memberiku jarum perak dan sapu tangan, itu sudah lebih dari cukup."
"Mana bisa begitu? Kau telah menyelamatkan nyawa kakekku."
Xiao Ya mendongak dan menatap Su Chen, "Apakah kartu keluargamu masih terdaftar di keluarga Su atau di sekolah?"
Su Chen tidak bisa mengikuti alur pikiran Xiao Ya yang melompat-lompat, ia menjawab secara naluriah, "Masih di sekolah, aku belum pernah memindahkannya ke keluarga Su."
"Mengerti!"
Xiao Ya mengangguk. Sambil merapikan pakaian Su Chen, ia berpesan, "Pergilah ke kelas dulu, nanti aku akan mencarimu lagi. Ingat, bawa kartu identitasmu."
Setelah berkata demikian, Xiao Ya berbalik dan berlari pergi.
"Kenapa harus membawa kartu identitas?"
Su Chen menatap punggung Xiao Ya dengan bingung dan bergumam dalam hati, "Jangan-jangan Kak Xiao Ya berniat memberikan dirinya padaku dan mengajakku ke hotel?"
Tepat saat itu, bel masuk kelas berbunyi.
Melihat dosen pengajar datang, Su Chen segera kembali ke kelas. Sementara itu, para mahasiswa di kelas masih sibuk membicarakan gosip tentang dua wanita cantik yang bersitegang demi Su Chen.
Shi Danai dan dua temannya hendak bertanya kepada Su Chen, namun karena dosen sudah masuk, mereka terpaksa menunda. Saat mereka memiliki waktu luang nanti, Su Chen sudah tertidur di atas mejanya.
Dalam pengaruh sisa minuman keras, Su Chen bermimpi. Di dalam mimpinya, ia menghajar habis-habisan anggota keluarga Su dan Xu Na, lalu pergi ke hotel dengan Xiao Ya…
"Aku benar-benar bukan ibu yang baik. Selama tiga tahun terakhir, aku bahkan tidak pernah datang ke sekolah untuk melihat Su Chen."
Setengah jam kemudian, Wu Hui turun dari sebuah mobil bisnis Mercedes-Benz dengan dipapari oleh Su Jun dan Su Shan-hua. Wajahnya penuh penyesalan saat menatap gerbang sekolah.
"Su Chen biasanya pulang setiap hari libur, tidak perlu kita repot-repot datang ke sekolah untuk mencarinya."
Su Shan-hua, yang mengenakan masker dan kacamata hitam, mencibir dengan acuh tak acuh, "Ibu, kenapa kalau mau mencari Su Chen harus mengajakku?"
"Sudah dua hari aku tidak melakukan siaran langsung, kalau begini terus pengikutku akan berkurang."
Su Shan-hua sudah bermain internet sejak masih sekolah. Kini ia bukan hanya seorang selebgram terkenal, tetapi juga didapuk sebagai duta pariwisata Kota Yunjiang, sehingga ia bisa dianggap sebagai tokoh publik.
"Kakak keempat, maafkan aku. Semua ini terjadi karena kesalahanku."
Su Jun segera meminta maaf kepada Su Shan-hua.
"Bukan begitu maksudku. Kau masih muda, wajar jika berbuat salah, dan ini juga bukan masalah besar."
Su Shan-hua segera menatap Su Jun dengan penuh kasih sayang, "Masalah utamanya adalah Su Chen yang terlalu berpikiran sempit."
"Jangan bicara begitu tentang Su Chen, dia benar-benar telah dizalimi."
Wu Hui mengingatkan, lalu menggenggam tangan Su Jun dan berpesan, "Nak, nanti kau minta maaflah pada Su Chen. Kalian itu saudara, tidak perlu bertengkar seperti ini karena kesalahpahaman."
"Nanti aku akan meminta Su Chen untuk pulang dan meminta maaf kepada kalian semua. Dengan begitu, kita bisa hidup bersama lagi sebagai satu keluarga."
"Ibu tenang saja, aku benar-benar tahu kesalahanku. Kali ini, meskipun harus bersujud dan mencium kaki, aku pasti akan memohon pengampunan Kak Chen."
Su Jun menyatakan dengan wajah yang terlihat teguh, namun di matanya terpancar sorot mata yang kejam. Ia membatin, "Ingin membawa Su Chen kembali? Jangan harap. Kali ini aku akan terjun langsung ke dalam permainan ini, memenangkan pertaruhan nasib, dan membuat semua orang benar-benar melupakan Su Chen."