Bab 33: Qin Xuanyuan Melamar

Menantu Tabib Tiada Tanding Tiramisu 2685kata 2026-02-08 06:15:14

Leng Rusuang mengangguk pelan, lalu mengangkat pandangannya ke arah cermin, melihat Qin Xuanyuan di sana. Ia tersenyum tipis, senyuman yang diwarnai air mata. Wajahnya tirus dan berambut pendek, alis serta matanya tajam, menurutnya Qin Xuanyuan memang sangat tampan. Karena itu, ia lekas berdiri, menghapus air matanya, lalu bersandar pada Qin Xuanyuan.

“Kak Xuanyuan, terima kasih. Aku tak pernah membayangkan suatu hari aku bisa kembali seperti dulu. Delapan tahun lalu, setelah terbakar, hidupku berubah jadi mimpi buruk. Setiap hari, aku harus menahan cemoohan dari Leng Mingxue dan yang lainnya.”

“Selama delapan tahun ini, begitu banyak orang mengejek, menjatuhkan, dan menyakitiku. Aku pernah merasa tersiksa, bingung, bahkan putus asa. Tapi aku ingin terus hidup. Aku berkata pada diriku sendiri, aku tidak boleh mati, aku harus bertahan.”

“Lima tahun lalu, saat melihatmu mengejar Leng Mingxue, aku bahkan tak mengenalimu sebagai anak laki-laki dari panti asuhan itu. Aku tak pernah menyangka Leng Mingxue akan menyuruhku menemani tidur pria, apalagi aku hamil setelahnya.”

“Waktu itu, Leng Mingxue bahkan memaksaku menggugurkan kandungan. Tapi aku benar-benar tak tega, jadi aku diusir dari keluarga Leng. Sejak itu aku menunggumu kembali, ingin memberitahumu langsung bahwa Ruirui adalah anak kandung kita.”

Qin Xuanyuan menyimak kisah Leng Rusuang, alisnya tak sadar terangkat. Leng Mingxue sampai tega memaksa Leng Rusuang menggugurkan kandungan?

Jika dulu Leng Rusuang melakukannya, ia takkan pernah punya putri sebaik dan selucu Leng Rui.

“Maafkan aku, Rusuang, ini semua salahku. Aku tak menyelidiki dengan benar, aku tak menyadari orang yang menyelamatkanku saat itu adalah kau. Akibatnya kau menderita selama bertahun-tahun.”

Qin Xuanyuan memeluk Leng Rusuang erat-erat, hatinya bergetar. Wanita ini telah menanggung begitu banyak penderitaan selama delapan tahun, ia bertekad melindunginya seumur hidup.

Leng Rusuang mendorong Qin Xuanyuan, lalu bertanya cemas, “Oh iya, Kak Xuanyuan, dulu ada delapan belas orang yang terluka bakar, jadi selain aku masih ada tujuh belas anak panti yang juga terluka. Apakah mereka juga bisa disembuhkan?”

Qin Xuanyuan mengangguk sambil tersenyum, “Hanya kau yang paling parah. Mereka sudah lama sembuh, dan hari ini mereka juga datang menemuimu.”

Mata Leng Rusuang membelalak, mulutnya terbuka lebar, “Kau sudah menyembuhkan mereka semua? Kau serius?”

“Tentu saja. Kalau tak percaya, ikut saja aku keluar, lihat sendiri,” kata Qin Xuanyuan sambil tertawa.

“Aku…” Leng Rusuang tiba-tiba gugup. Ia akan bertemu banyak orang?

Qin Xuanyuan melihat keraguan Leng Rusuang, segera merangkul pinggangnya, lalu menggendongnya keluar.

Di ruang utama, Zhuque dan yang lain sudah menunggu, begitu pula tujuh belas orang yang dibawa ke sana, semuanya berdiri menanti dengan harap-harap cemas, tak satu pun yang duduk.

Leng Rui digendong oleh Yang Ziying, yang makin menyukai anak kecil itu. Setiap kali ke sini, ia selalu ingin menggendong Leng Rui.

Begitu mendengar suara pintu terbuka, semua orang menoleh ke arah pintu kamar Leng Rusuang.

Leng Rusuang digendong keluar oleh Qin Xuanyuan dengan wajah malu-malu.

Qin Xuanyuan menurunkannya, lalu tersenyum pada semua orang.

Begitu menginjak lantai, Leng Rusuang buru-buru menutup wajahnya dengan kedua tangan, namun Qin Xuanyuan kembali menggeser tangan itu.

“Halo, semuanya.”

Hati Leng Rusuang dipenuhi kebahagiaan.

Sekilas ia melihat tujuh belas orang yang sebelumnya juga korban luka bakar, kini semuanya telah sembuh, kulit mereka tampak baru dan kenyal seperti miliknya.

Ia makin terharu, rasanya seperti mimpi.

Di samping tujuh belas orang itu berdiri seorang gadis berkulit putih, ia ingat, itu adalah gadis panti asuhan, Yi Panpan.

Waktu itu, karena Yi Panpan bermain di halaman depan, ia tidak ikut terbakar di dalam gedung.

“Cantik sekali!”

Semua orang menatap Leng Rusuang, terpukau tak berkedip.

“Ibu cantik!” Leng Rui bertepuk tangan dan bersorak.

Yang Ziying merasa jantungnya berdebar kencang. Ia tak menyangka wanita yang pernah rusak wajahnya benar-benar bisa kembali cantik. Sampai sejauh mana kehebatan keahlian medis Qin Xuanyuan?

Ia melirik ke arah Yin Haixue dan tiga wanita lain, lalu ke Leng Rusuang, cepat-cepat mengusulkan, “Kak Rusuang, bagaimana kalau kau mencoba mengenakan pakaian kuno seperti milik Kak Haixue dan yang lain?”

“Eh?” Leng Rusuang tertegun, ia belum pernah terpikirkan hal itu.

Yang Ziying memberi isyarat pada Qin Xuanyuan, dan saat Qin Xuanyuan mengangguk, ia bertanya pada Yin Haixue, “Kak Haixue, apakah masih ada baju kuno seperti itu?”

“Kami masing-masing punya lima set, semua dibuat khusus. Tapi tiga hari lalu, kami sudah menerima pesanan pakaian kuno khusus untuk Kak Rusuang. Kalau Kak Rusuang mau, kami bisa langsung membantunya berganti pakaian,” jawab Yin Haixue semangat.

Yang Ziying terkekeh, “Tentu saja Kak Rusuang mau. Ayo, bantu Kak Rusuang mengganti pakaiannya.”

Sambil bicara, Yang Ziying menggandeng Leng Rusuang masuk ke kamar.

Yin Haixue dan tiga wanita lain juga segera ikut masuk.

Tak lama kemudian,

Leng Rusuang digandeng keluar lagi oleh Yang Ziying.

Sekejap, semua mata di ruangan kembali tertuju padanya.

Semua orang serentak terpukau.

Bahkan Qin Xuanyuan pun demikian.

Melihat Leng Rusuang berjalan keluar, secantik dewi, ia terpaku diam.

Empat wanita yang berjalan di belakangnya pun seolah tak terlihat olehnya.

Dunia terasa sunyi.

Orang-orang lain seolah menghilang.

Yang ada di pelupuk matanya hanya Leng Rusuang.

Leng Rusuang dalam balutan pakaian kuno putih.

Leng Rusuang yang bagaikan bidadari.

Leng Rusuang sangat terharu.

Ia menatap sekeliling aula, lalu menatap Qin Xuanyuan.

Tak peduli secantik apa dirinya, semua ini berkat Qin Xuanyuan. Ia merasa kecantikannya hanya milik Qin Xuanyuan seorang.

Tak pernah ia bayangkan, keahlian Qin Xuanyuan sehebat ini.

Benar-benar bagaikan mengembalikan masa muda.

“Kak Xuanyuan,”

Leng Rusuang segera berlari ke arah Qin Xuanyuan, langsung memeluknya erat.

Saat itu, ia berharap waktu dapat berhenti selamanya.

Dan ia, bisa selamanya bersandar di pelukan Qin Xuanyuan.

“Ibu, Ruirui mau dipeluk!” Leng Rui berseru dengan suara imut, sambil meronta dari pelukan Zhuque.

Zhuque tersadar, segera menurunkan Leng Rui.

Leng Rui berlari dan memeluk kaki kanan Leng Rusuang.

Leng Rusuang tertawa kecil, lalu berjongkok dan menggendong Leng Rui, “Dasar kau bocah kecil.”

“Ibu, aku bukan bocah kecil, aku Ruirui,” Leng Rui bersandar di bahu ibunya, membantah dengan serius.

Semua orang di ruangan tak bisa menahan tawa, sejak sembuh, Leng Rui memang semakin menggemaskan.

“Biar aku yang gendong,”

Qin Xuanyuan segera mengambil Leng Rui dari pelukan Leng Rusuang.

Barulah Leng Rusuang kembali menatap tujuh belas orang itu. Melihat mereka benar-benar sudah sembuh berkat Qin Xuanyuan, hatinya kembali dipenuhi rasa syukur dan haru.

“Rusuang, aku sudah bilang, aku pasti akan menyembuhkan semua korban luka bakar, dan sekarang aku sudah melakukannya.”

Kata Qin Xuanyuan tenang.

“Ya, kau benar-benar melakukannya.”

Leng Rusuang berbalik menatap Qin Xuanyuan, lalu mengangguk.

Ia tak tahu berapa banyak tenaga dan biaya yang dikeluarkan oleh Qin Xuanyuan, tapi ia benar-benar berhasil. Menurutnya, Qin Xuanyuan sungguh luar biasa.

“Karena itu, aku ingin kau menerimaku, izinkan aku menjagamu seumur hidup, bolehkah?”

Qin Xuanyuan berbicara sambil mengeluarkan kotak cincin merah dari saku bajunya, lalu menghadap Leng Rusuang dan membukanya. Ia berlutut dengan satu lutut di hadapan Leng Rusuang.

Tubuh Leng Rusuang bergetar, kedua tangannya menutupi wajah, matanya penuh kejutan dan bahagia.

Lamarankah ini?

Qin Xuanyuan melamarnya?

Qin Xuanyuan benar-benar melamarnya?