Bab 51: Kompetisi Alkimia Kekaisaran Cangyun
Entah sudah berapa lama berlalu, Feng Yuetong akhirnya merasa lelah memukul.
Sambil menghentikan tangannya, ia langsung membuang sepatu yang bernoda darah itu begitu saja.
"Putri, lihatlah, tangan ini penuh dengan darah."
Saat itulah Yun Niang muncul, membawa sehelai kain basah untuk membersihkan tangan Feng Yuetong dengan teliti.
"Sebenarnya, untuk urusan seperti ini di masa depan, Anda bisa menyuruh orang lain saja. Kenapa harus turun tangan sendiri hingga mengotori tangan Anda?"
Ucapan ini menyiratkan kepada semua orang bahwa rumah lelang bersedia membantu Feng Yuetong menghadapi masalah.
Makna tersiratnya adalah bahwa Feng Yuetong berada di bawah perlindungan rumah lelang.
Baik Xiang Huayi maupun orang-orang lainnya yang berniat mengganggu Feng Yuetong harus berpikir ulang jika ingin berurusan dengannya karena harus memperhitungkan keberadaan rumah lelang.
Bahkan jika hari ini beberapa orang berniat buruk terhadap Feng Yuetong, mereka tidak akan berani bertindak gegabah terhadapnya.
"Bawa Putra Mahkota kalian kembali, dan sekalian sampaikan kepada Baginda Raja bahwa Feng Yuetong sudah lama tidak memiliki hubungan apa pun dengan Putra Mahkota. Mengenai Roh Suzaku, kurasa benda itu sudah lama dibawa pergi oleh Su Fuliu beserta putrinya."
Feng Yuetong sengaja menyinggung perihal Roh Suzaku.
Tindakan Xiang Huayi yang terus-menerus mengganggunya memiliki kaitan langsung dengan Roh Suzaku.
Sebelumnya, banyak orang yang tahu bahwa keberadaan Roh Suzaku tidak diketahui, bahkan ada desas-desus yang mengatakan bahwa Roh Suzaku selalu dibawa oleh Feng Yaotian, sehingga ketika Feng Yaotian menghilang, Roh Suzaku pun ikut lenyap.
Jika Roh Suzaku benar-benar ada di tangan mereka, bagaimana mungkin Permaisuri Tua bisa jatuh pingsan selama bertahun-tahun?
Tentu saja, ada juga rumor yang menyebutkan bahwa Su Fuliu dan putrinya telah merampas kedudukan orang lain dan sejak lama menguasai Roh Suzaku untuk diri mereka sendiri.
Sekembalinya ke kediaman, Feng Yuetong langsung masuk ke dalam ruang dimensi untuk meracik pil sekaligus berkultivasi.
Makan malam disantap bersama Permaisuri Tua, yang baru saja sadar dan selera makannya belum pulih sepenuhnya.
Melihat Feng Yuetong makan dengan lahap, Permaisuri Tua merasa sangat bahagia.
Melihat cucunya kini telah mencapai kesuksesan yang begitu besar, Permaisuri Tua merasa amat bangga pada Feng Yuetong.
"Carilah waktu untuk mengundang Si Tianming datang ke kediaman dan makan bersama," ucap Permaisuri Tua.
Sebagai nenek Feng Yuetong, ia merasa sudah sepatutnya menjamu dan berterima kasih kepada Si Tianming.
"Guru sudah meninggalkan Negara Suzaku, baru akan kembali beberapa waktu lagi."
Mengingat kembali kejadian terakhir kali ia mengundang Si Tianming untuk makan dan berakhir dalam keadaan mabuk, Feng Yuetong merasa sangat canggung.
Tanpa disadari, rona merah menjalar hingga ke pangkal telinganya.
Permaisuri Tua tertegun sejenak, lalu menatap Feng Yuetong dengan ragu-ragu.
"Kalau begitu, kita adakan saja nanti. Hari aku mendengar kabar bahwa tiga bulan lagi Kekaisaran Cangyun akan mengadakan Kompetisi Alkimia. Tong'er, apa kau berniat untuk ikut?"
"Apakah Nenek ingin aku pergi?"
Feng Yuetong tahu bahwa ibu dan kakaknya telah dibawa kembali ke Kekaisaran Cangyun, dan ia memang merindukan mereka serta ingin pergi mencari keduanya.
Namun, ia tidak memiliki waktu luang akhir-akhir ini; selain harus terus memulihkan kondisi fisik Permaisuri Tua, hal yang paling penting baginya adalah berkultivasi.
Selain itu, untuk menyembuhkan racun dalam tubuh Si Tianming, ia juga harus pergi keluar mencari ramuan obat.
"Tentu saja Nenek ingin kau pergi. Siapa tahu kau bisa bertemu dengan ibu dan kakakmu di sana. Lagipula, aku mendengar dari Chuntao bahwa kau sekarang sudah mampu meracik pil tingkat prima. Kau adalah seorang jenius, bakatmu tidak boleh disia-siakan," kata Permaisuri Tua dengan sungguh-sungguh.
"Jika Nenek ingin aku pergi, maka aku akan pergi. Hanya saja, Guru telah memberiku tugas, dan aku harus menyelesaikannya terlebih dahulu."
Feng Yuetong tidak keberatan; mengikuti kompetisi alkimia juga berarti ada hadiah yang bisa didapatkan.
Kekaisaran Cangyun kemungkinan besar juga menyimpan bahan-bahan lain yang dibutuhkannya.
Namun, syarat utamanya adalah ia harus menguasai kitab rahasia yang diberikan oleh gurunya terlebih dahulu, sehingga ia harus berlatih dengan lebih giat lagi.
Melihat Feng Yuetong bersedia mengikuti kompetisi alkimia, Permaisuri Tua merasa senang, namun juga diliputi rasa khawatir.
Usia Feng Yuetong masih muda, dan bepergian seorang diri tentu membuat Permaisuri Tua merasa tidak tenang.
"Nenek akan pergi bersamamu."
"Kondisi fisik Nenek masih lemah dan tidak sanggup melakukan perjalanan jauh. Pergi sendiri pun tidak masalah. Jika Nenek benar-benar khawatir, aku bisa meminta Utusan Pengumpul Kekayaan untuk menemaniku."
Feng Yuetong tentu tidak boleh membiarkan Permaisuri Tua ikut serta.
Pertama, fisik Permaisuri Tua tidak akan sanggup menahan perjalanan jauh; kedua, jika Permaisuri Tua muncul di Kekaisaran Cangyun, dikhawatirkan keberadaannya akan tercium oleh Kepala Keluarga Yun.
Begitu Kepala Keluarga Yun bertindak, ia mungkin tidak akan pernah berkesempatan untuk bertemu dengan ibu dan kakaknya.
"Kau bisa meminta Utusan Pengumpul Kekayaan untuk menemanimu?"
Permaisuri Tua terkejut bukan main.
Meskipun ia tahu Feng Yuetong adalah murid Si Tianming, Utusan Pengumpul Kekayaan adalah salah satu orang kepercayaan paling diandalkan di bawah naungan Si Tianming.
Selain Si Tianming sendiri, siapa yang mampu memerintah keempat utusan utama tersebut?
"Sebelum pergi, Guru berpesan bahwa jika aku membutuhkan bantuan, aku bisa mencari Utusan Pengumpul Kekayaan."
Sebenarnya, Feng Yuetong tidak berniat mengajak Utusan Pengumpul Kekayaan untuk bepergian bersama. Bagaimanapun juga, status Utusan Pengumpul Kekayaan sangatlah terpandang, sehingga rasanya kurang pantas jika muncul di ajang kompetisi alkimia.
Alasan Feng Yuetong mengatakan hal tersebut kepada Permaisuri Tua—yang separuh benar dan separuh tidak—hanyalah agar Permaisuri Tua merasa tenang.
Mengenai Kompetisi Alkimia di Kekaisaran Cangyun, ia memang perlu mencari tahu lebih banyak informasi. Jika hadiah yang ditawarkan berlimpah, tentu itu akan menjadi hal yang sangat bagus.
"Baguslah kalau begitu, baguslah kalau begitu."
Permaisuri Tua merasa begitu terharu hingga matanya memerah, seolah-olah ia sedang membayangkan reuni antara Feng Yuetong bersama ibu, kakak, dan adiknya.
Jika mereka bertiga bisa berkumpul kembali, mungkin mereka juga bisa menemukan putranya yang hingga kini tidak diketahui rimbanya, dan pada akhirnya seluruh keluarga bisa bersatu kembali.
Feng Yuetong sebenarnya memahami apa yang ada di dalam benak Permaisuri Tua, namun segalanya harus dijalani selangkah demi selangkah, dan setiap permasalahan harus diselesaikan satu per satu.
"Chuntao, temani Nenek beristirahat. Aku harus kembali untuk berkultivasi."
Feng Yuetong adalah sosok yang sangat tekun, membagi waktunya antara meracik pil dan berlatih kultivasi.
Kini, durasi yang bisa iahabiskan di dalam ruang dimensi semakin lama.
Roh artefak di dalam tungku pun berkata dengan nada bangga, "Tuan, mendapatkan aku sebagai bonus secara cuma-cuma begini, kau tidak merasa rugi, kan?"
"Aku tidak hanya bisa meracik pil, tetapi juga bisa memperpanjang waktu Tuan tinggal di dalam ruang dimensi ini."
Feng Yuetong mengerucutkan bibirnya. "Memang benar begitu, tapi energi spiritual yang kau serap juga tidak sedikit. Alkimiawan biasa mungkin tidak akan sanggup memeliharamu."
Roh artefak itu tampak sedikit canggung, karena memang itulah kenyataannya.
Jika itu adalah alkiawan biasa yang tidak memiliki ruang dimensi, celah dan retakan pada tungku pil tersebut mungkin belum akan pulih dalam jangka waktu selama ini.
Sekalipun pulih, alkiawan biasa mustahil mampu meracik pil tingkat prima dengan kemurnian seminggi itu.
"Itu membuktikan bahwa aku dan Tuan adalah pasangan yang paling cocok," ucap roh artefak setelah berpikir sejenak untuk mencari alasan yang tepat.
"Tungku kecil, kau sudah menjadi tungku pil yang dewasa, harusnya belajar untuk meracik pil sendiri, tahu?"
Feng Yuetong merasa waktunya semakin terbatas. Menguasai seluruh teknik bela diri yang diberikan oleh gurunya dalam sekali jalan tampaknya adalah hal yang hampir mustahil.
Namun, sebagai seseorang yang melintasi dimensi, bagaimana mungkin ia mengatakan bahwa sesuatu itu tidak mungkin?
Tungku kecil?
Kenapa nama itu terdengar agak tidak senonoh?
Sebagai sebuah tungku pil yang sudah dewasa, bagaimana caranya bisa belajar meracik pil sendiri?
Apa yang sedang Tuan candakan?
"Jangan merasa sedih begitu. Aku tidak menyuruhmu meracik pil dari awal hingga akhir. Cukup bantu aku mengawasi nyala api saat semuanya hampir selesai, supaya aku bisa berkonsentrasi penuh untuk berkultivasi. Ini adalah cara yang bagus untuk menghemat waktu."
Feng Yuetong melihat kebingungan dan ketidakberdayaan pada diri roh artefak yang dipanggilnya tungku kecil itu.
Tentu saja ia hanya bercanda. Meracik pil adalah hal yang begitu suci, mana mungkin membiarkan seekor tungku pil mengerjakannya dari awal hingga akhir sendirian?
Mendengar kelanjutan perkataan Feng Yuetong, tungku kecil itu langsung menyetujuinya tanpa ragu sedikit pun.
Hanya mengawasi api dan membantu mengontrol suhunya—hal itu tentu saja bisa ia lakukan!
Ia adalah tungku pil terbaik!
Tentu saja ia harus berusaha semaksimal mungkin untuk meringankan beban tuannya.