Bab 34: Ramuan Pengungkap Kebenaran
“Tentu saja, ke depannya aku juga harus banyak belajar dari teman sekelasku, Wei.” Guo Xiao menjawab sambil tersenyum lebar.
Tatapan Wei Zhangming semakin dipenuhi dengan rasa meremehkan, bahkan ia sama sekali tak berusaha menyembunyikannya.
“Makanan sudah semua siap. Tinggal satu sup lagi, ayo, jangan sungkan, silakan makan.” Guo Xiao berkata sambil tersenyum.
“Ya, Xiao Guo, kau sudah repot-repot.” Wei Zhangming menepuk bahu Guo Xiao.
“Guo Xiao, kemari sebentar. Aku ada yang ingin dibicarakan denganmu,” panggil Tang Wan.
“Ya, ada apa?”
“Begini, Zhangming sudah memutuskan akan membantu Muya. Tapi, kau harus segera bercerai dengannya. Selain itu, nanti kau juga harus pergi berlutut dan meminta maaf kepada Dou Lanzhi. Dengan Zhangming berada di sisimu, dia pasti akan memaafkanmu. Paling tidak, Dou Lanzhi tidak akan lagi menghalangi Muya.”
Nada bicara Tang Wan seolah tak memberi ruang untuk penolakan, seakan Guo Xiao wajib menuruti.
Raut wajah Guo Xiao tetap tenang, tidak menunjukkan sikap setuju ataupun tidak. Ia lalu memandang Su Muya dan bertanya datar, “Ini juga kehendakmu?”
“Kau sudah tahu sejak lama, bukan? Betul, aku memang ingin bercerai denganmu!” Su Muya menatap keluar jendela, suaranya dingin dan tanpa emosi.
Sudut bibir Wei Zhangming memperlihatkan senyum kemenangan. Ia menepuk bahu Guo Xiao sambil berkata, “Xiao Guo, tenang saja. Ke depannya, aku yang akan merawat Muya. Kau pun tak akan dirugikan. Aku akan langsung memberimu seratus ribu. Oh ya, kalian punya anak, nanti aku juga akan mengurusnya untukmu!”
Guo Xiao tersenyum tipis, “Kalau begitu, aku memang harus berterima kasih pada teman sekelasku, Wei.”
“Muya, sungguh selamat untukmu. Mendapatkan pria sebaik teman sekelas Wei adalah keberuntungan besar bagimu!” Ucap Guo Xiao dengan nada datar.
Su Muya yang sejak tadi duduk dingin tiba-tiba mengambil gelas anggur di depannya, lalu menyiramkannya ke wajah Guo Xiao.
“Guo Xiao, kau benar-benar bajingan!” Suara Su Muya penuh kekecewaan dan kemarahan.
“Muya, tak perlu memperdulikan orang seperti dia. Jangan marah lagi,” ujar Wei Zhangming, sulit menyembunyikan kegirangannya, berpura-pura menenangkan.
Guo Xiao menghapus air anggur dari wajahnya, bergumam lirih, “Muya, sekalipun kau sudah benar-benar putus asa padaku, aku tetap tak akan membiarkanmu jatuh dari satu jurang ke jurang lain.”
Wajahnya kembali tersenyum, lalu tertawa, “Haha, teman sekelas Wei benar juga. Apa gunanya memperdebatkan pria gagal sepertiku. Oh ya, sup yang aku masak sudah matang. Aku akan membawanya ke sini agar semua bisa mencicipi.”
Guo Xiao tersenyum lebar saat kembali ke dapur.
“Ah, sekian tahun tak bertemu, rasa percaya dirinya benar-benar sudah habis,” Wei Zhangming menghela napas pelan, “Dulu, aku justru pernah kalah dari pria seperti ini.”
Tang Wan buru-buru tertawa, “Tak masalah. Bukankah pada akhirnya yang menang tetap Zhangming?”
“Hehe, aku hanya merasa iba pada pengalaman Muya selama ini.” Wei Zhangming langsung menoleh pada Su Muya, “Muya, kelak aku tak akan membiarkanmu menderita lagi. Aku akan membuatmu hidup bak seorang putri!”
Seorang pria tampan dan berstatus tinggi berkata seperti itu pada seorang wanita—kebanyakan wanita pasti akan luluh.
Bahkan Tang Wan pun tak bisa menahan rasa iri, “Muya, kau amat beruntung mendapat cinta Zhangming.”
Namun Su Muya hanya melamun, terus menatap ke arah dapur, tak mendengar percakapan mereka.
Tak lama kemudian, Guo Xiao membawa tiga mangkuk sup udang krim, cairannya putih susu, udangnya berwarna merah muda mengapung di permukaan, membuat siapa pun tergoda untuk mencicipi.
Tatapan Tang Wan dan Wei Zhangming langsung berbinar, menelan ludah mereka.
Hanya Su Muya yang mendengus dingin dan memalingkan muka.
Guo Xiao tak memperdulikannya, tetap tersenyum, “Kenapa terdiam? Ayo, cicipi, bagaimana rasanya?”
Tang Wan juga buru-buru berkata, “Zhangming, coba dulu. Kalau tak enak, suruh saja Guo Xiao membuat ulang.”
“Baik.”
Wei Zhangming mengambil sendok, mencicipi satu suapan, lalu matanya langsung bersinar, berseru, “Xiao Guo, aku tak pernah tahu keahlian memasakmu sehebat ini. Standarnya tidak kalah dengan koki Michelin!”
Tatapan Guo Xiao seketika berubah tajam, sudut bibirnya menampakkan senyum dingin.
Tadi, ia telah menambahkan serum kejujuran ke dalam sup Wei Zhangming.
Guo Xiao duduk dan berkata sambil tersenyum, “Wei Zhangming, kau bilang ingin membantu Muya, apakah itu benar?”
“Benar, tentu saja. Sebenarnya, karena dia mantan diva, mengelolanya tidak terlalu sulit,” jawab Wei Zhangming santai sambil menyeruput sup. “Kalau tidak, aku lebih baik cari gadis yang lebih muda dan lebih cantik untuk dikelola.”
Wajah Tang Wan sedikit berubah. Apa yang dikatakan Wei Zhangming memang benar, tapi terdengar sangat menyakitkan.
Namun Su Muya tetap tenang, tanpa ekspresi.
“Kalau begitu, terima kasih banyak. Kau memang teman lama Muya yang sangat dermawan,” Guo Xiao mengangkat segelas air, berkata seolah mengagumi, “Ayo, aku minum untukmu.”
“Haha, jangan bercanda. Siapa yang dermawan membantunya?” Wei Zhangming tertawa keras, “Sama sekali tidak! Aku memendam keinginan pada Muya selama bertahun-tahun, tentu saja aku melakukan semua ini demi bisa memilikinya!”
Alis Tang Wan berkerut, sedikit tak senang.
Ada apa dengan Wei Zhangming ini, kenapa kecerdasan emosinya jadi serendah ini?
Ia memaksakan senyum, “Zhangming memang terlalu mencintai Muya, jadi ingin memilikinya.”
Guo Xiao menatap Tang Wan dingin; sampai saat seperti ini pun, ia masih tak sadar.
“Oh, begitu rupanya.” Guo Xiao berpaling, seolah baru mengerti, lalu tersenyum, “Jadi, teman sekelas Wei sungguh mencintai Muya. Kau ingin menikahinya kelak?”
“Menikahinya?” Mata Wei Zhangming menampakkan rasa meremehkan, ia tersenyum sinis, “Walau dia sekarang lebih cantik dari dulu, tapi dia sudah bukan barang baru lagi. Mana pantas jadi istriku? Jadi selingkuhanku saja, itu sudah untung baginya!”
Tanpa memperdulikan wajah Tang Wan yang langsung berubah, Wei Zhangming berkata santai, “Begini saja, andai dulu saat aku menaruh obat di minuman Muya dia masih perawan, mungkin aku akan menikahinya. Sayang, semua itu dirusak olehmu, brengsek. Tapi tak apa, sekarang dia sudah jadi wanita matang, rasanya pasti berbeda, lebih seru~”
Guo Xiao mengepalkan tangan, wajahnya kelam, lalu menatap dingin pada Su Muya, “Inikah Wei Zhangming yang selalu kau bangga-banggakan? Bekerja sama dengannya sama saja menyerahkan diri ke mulut harimau!”
“Braak!”
Tang Wan berdiri, wajahnya gelap, lalu mengambil sisa sup di mangkuknya dan menyiramkannya ke wajah Wei Zhangming.
“Aaah!”
Wei Zhangming menutup wajahnya, menjerit kesakitan.
“Sialan! Tang Wan, kau sudah gila?!”
“Yang gila itu kau! Siapa kau, berani-beraninya meremehkan Su Muya seperti ini?!”
Tang Wan mengangkat tangannya, mencakar wajah Wei Zhangming dengan sekuat tenaga.
“Sialan, enyahlah kau!”
Darah mengalir di wajah Wei Zhangming, ia menahan sakit, lalu mengayunkan tinjunya ke arah Tang Wan.
Raut wajah Guo Xiao langsung dingin. Walau ia tak suka pada Tang Wan, tapi wanita ini memang tulus pada Su Muya, mana mungkin ia membiarkan Wei Zhangming memukulnya?