Bab Dua Puluh Empat: Biasa Saja
Mendengar kata-kata itu, Wanru mulai meragukan hidupnya sendiri. Apakah itu benar-benar ayah kandungnya? Ia bahkan mulai curiga jangan-jangan dirinya dipungut dari tempat sampah.
Namun, saat itu ia benar-benar tidak mampu melawan kehendak ayahnya, sehingga ia hanya bisa menyetujui, meski dalam hati sudah membuat rencana sendiri.
Saat itu, Li Chenfeng dengan bangga berkata, "Silakan!"
"Hmph!"
Begitu mereka tiba di kamar, wajah Wanru langsung berubah dingin. Ia memperingatkan Li Chenfeng, "Aku peringatkan padamu, semua yang kau lakukan hari ini akan kuberitahukan pada Qingxue!"
"Supaya dia tahu betapa bejatnya dirimu. Selain itu, aku masuk kamar dan berpura-pura menerima perawatan darimu hanya demi membantu ayahku berakting!"
"Kau masih bermimpi mengobatiku? Jangan bermimpi!"
Dalam pandangan Wanru, Li Chenfeng jelas punya niat tidak baik. Namun anehnya, ayahnya dengan bodohnya malah percaya pada omong kosong pria itu, membuat Wanru merasakan duka yang begitu dalam.
Sebenarnya, Tang Peng percaya karena memang sudah melihat sendiri kemampuan Li Chenfeng. Walau urusan lelaki dan perempuan harus dijaga, demi kesembuhan putrinya, ia langsung setuju tanpa ragu sedikit pun.
"Tinggal di kamar selama setengah jam, setelah itu kau boleh enyah!" ujar Wanru mengingatkan.
Kata-katanya sama sekali tak menunjukkan niat baik. Namun Li Chenfeng memang tipe yang senang berdebat, ia langsung membalas, "Itu bukan keputusanmu."
"Maksudmu apa? Kau mau memaksa?" Wanru memaki dengan marah.
Namun, sekejap kemudian, Li Chenfeng langsung menekan satu titik di punggung Wanru. Seketika ia merasakan sensasi geli dan lemas di punggungnya.
Tubuhnya kehilangan tenaga, ia langsung terkulai lemas di atas ranjang. Li Chenfeng tersenyum geli, semua ini berkat ilmu bela diri kuno yang ia pelajari sejak kecil. Ia sangat paham tentang jalur energi dalam tubuh manusia.
Dengan satu sentuhan ringan saja, Wanru langsung tak bisa bergerak. Ini bukan sekadar teknik menekan titik syaraf, tapi versi sederhana dari teknik melumpuhkan otot dan tulang.
Saat melihat tangan Li Chenfeng mendekat, Wanru menangis.
Ia berusaha sekuat tenaga memaki, "Li Chenfeng, aku akan membencimu seumur hidupku!"
"Tidak masalah, toh sudah banyak yang membenciku, tak penting kalau bertambah satu lagi," jawab Li Chenfeng acuh.
Sesaat kemudian, ia melepas pakaian Wanru. Seketika, Wanru merasa sangat malu. Tak pernah ia membayangkan, tubuhnya akan dilihat habis-habisan oleh menantu tak berguna ini.
Namun itu baru langkah pertama. Selanjutnya Li Chenfeng mulai menggabungkan teknik bela diri kuno dengan pengobatan tradisional, dan mulai mengusir energi jahat dari tubuh Wanru.
Saat kekuatan dalam mengalir ke tubuhnya, Wanru terkejut. Selama ini ia menderita penyakit tubuh dingin, bukan sekadar dingin di permukaan, tapi seluruh organ dalamnya terasa dingin. Setiap kali cuaca mendung, seluruh tubuhnya sakit tak tertahankan. Tapi kali ini, ia justru merasakan kehangatan menyebar ke seluruh tubuh.
Sudah lama ia tak merasa senyaman ini.
Ia benar-benar kaget. Menantu yang selama ini ia anggap sampah ternyata begitu hebat. Keterampilan seperti ini, andai ditunjukkan pada orang lain, pasti akan membuat heboh. Namun, kenapa ia rela menjadi menantu tanpa status? Apa sebenarnya kisah hidup pria ini?
Setelah semua selesai, Li Chenfeng segera menarik tangannya. Wajahnya seketika pucat pasi, sebab tubuh Wanru menguras banyak tenaga dalam darinya.
Saat itu, Wanru mulai bisa bergerak lagi. Darahnya sudah mengalir lancar. Hal pertama yang ia lakukan adalah buru-buru mengenakan pakaian.
Ia menatap marah pada Li Chenfeng, lalu menendangnya hingga jatuh ke lantai.
Li Chenfeng tergeletak lemah di lantai. Melihat itu, hati Wanru mendadak terasa iba. Ia merasa mungkin selama ini ia salah menilai Li Chenfeng.
Sebab kini cederanya sudah hampir sembuh, tubuhnya terasa ringan seperti tiga tahun lalu.
Ia pun segera membantu Li Chenfeng berdiri dan bertanya, "Kau... kau tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa, hanya saja tenaga dalamku terlalu banyak terkuras untuk mengobatimu, jadi tubuhku agak lemas," jawab Li Chenfeng.
Mendengar itu, hati Wanru terharu. Ia pun bertanya lirih, "Kenapa kau mau menolongku?"
"Karena kau sahabat Qingxue. Jika kau sampai mati, Qingxue pasti akan sangat sedih. Kau adalah sahabat terbaiknya, dan aku tak mau membuatnya bersedih," jelas Li Chenfeng.
Semua yang ia lakukan adalah demi Fang Qingxue. Menyadari itu, Wanru benar-benar iri pada Fang Qingxue. Memiliki suami yang diam-diam selalu berkorban seperti itu, tapi harus menanggung cemburu dan cemoohan, membuat Wanru merasa tidak adil untuk Li Chenfeng.
Ia pun bertanya, "Sebenarnya siapa dirimu?"
"Menantu keluarga Fang, kau juga tahu itu," jawab Li Chenfeng tersenyum.
"Tidak, kau pasti bukan orang biasa. Mana mungkin ayahku begitu percaya padamu? Mana mungkin orang biasa punya tenaga dalam sekuat itu?"
"Memang keluargaku bukan keluarga bela diri kuno, tapi aku tahu sedikit tentang tenaga dalam, sebab ibuku berasal dari keluarga bela diri kuno," kata Wanru.
Ia tahu, Li Chenfeng pasti seorang ahli. Orang sehebat itu, mengapa rela jadi menantu tanpa status? Ia pun semakin penasaran.
Li Chenfeng hanya tertawa, "Aku benar-benar orang biasa. Lagipula, karena kau sudah sembuh, aku akan pergi. Oh iya, rahasiakan kejadian hari ini!"
Ia sungguh tidak ingin Qingxue tahu bahwa ia telah melihat tubuh sahabatnya. Kalau sampai Qingxue tahu, pasti ia akan sangat sedih. Amarah Fang Qingxue, ia tak sanggup menahannya.
Rasa penasaran Wanru belum terjawab, namun Li Chenfeng sudah hendak pergi. Mana bisa semudah itu? Maka Wanru berkata, "Pergilah! Tapi sebentar lagi akan kuceritakan pada Qingxue bahwa kau sudah melihat tubuhku, bahkan dengan cara memaksa!"
"Kau..." Li Chenfeng langsung kehilangan kata-kata. Wanru benar-benar sedang mempermainkannya.
Ia pun bertanya dengan kesal, "Lalu sebenarnya kau mau apa? Kau kira aku mau melihat tubuhmu? Dibandingkan dengan Qingxue, tubuhmu masih kalah jauh! Aku bahkan tidak tertarik!"
"Kau brengsek!" Wanru murka. Bagaimana bisa ia dibilang bertubuh tidak menarik? Wanita kalau sudah marah, bisa dengan mudah memutar balik pembicaraan!
"Pokoknya aku melihat tubuhmu hanya demi mengobatimu. Kalau Qingxue nanti bertanya, aku bisa minta ayahmu sebagai saksi!" kata Li Chenfeng, tak mau kalah.
Mendengar itu, Wanru jadi khawatir. Ia juga selama ini menyembunyikan keluarganya dari Fang Qingxue. Jika semua terbongkar, tidak akan ada yang diuntungkan.
Karena itu, nada bicaranya mulai melunak. Ia berkata manja pada Li Chenfeng, "Tolonglah, katakan padaku siapa sebenarnya dirimu! Aku sungguh ingin tahu, soalnya aku punya obsesi ingin tahu segala sesuatu."
Li Chenfeng benar-benar tak habis pikir dengan wanita satu ini. Ia pun menjawab, "Asalku pun aku tidak tahu. Yang penting, tujuanku hanya melindungi Qingxue agar tidak terluka. Itu saja sudah cukup."
"Tapi dia sudah salah paham padamu, bahkan keluarganya menindasmu!" ujar Wanru, merasa tak terima.
Li Chenfeng hanya berkata, "Tidak apa-apa, asal dia bahagia, itu sudah cukup bagiku."
Baiklah! Wanru benar-benar tak bisa berkata-kata lagi. Ia pun bertanya, "Sekarang kau bekerja di perusahaannya?"
"Tidak, dia tidak mengizinkanku," jawab Li Chenfeng pasrah.
"Bodoh! Wanita itu selalu berkata sebaliknya dari hatinya. Sekarang tekanan di pundaknya sangat besar, kau seharusnya lebih banyak membantunya. Dia melarangmu, justru kau harus tetap datang!" ujar Wanru mengingatkan.
Li Chenfeng langsung menyadari, benar juga. Ia pun berkata, "Baik, besok aku akan ke sana!"
Dalam hati Wanru berkata, Qingxue, aku hanya bisa membantumu sampai di sini. Soal kisah kalian, biar kalian sendiri yang menentukannya.
Lalu Li Chenfeng berkata, "Kalau tidak ada urusan lagi, aku pergi dulu. Anggap saja hari ini tidak pernah terjadi!"
"Baiklah! Satu pertanyaan lagi, menurutmu tubuhku benar-benar tidak menarik?"
Wanru bertanya lagi.
Li Chenfeng ragu sejenak, lalu menjawab, "Biasa saja!"
"Pergi sana!"
...