Bab 100: Tentu Saja Ini Salahmu

Menantu Tabib Tiada Tanding Tiramisu 3206kata 2026-02-08 06:21:57

Yuan Wenhua dan Leng Ruiyun saling berpandangan, lalu keduanya hanya bisa menyingkir. Leng Mingsyue melihat para wartawan dan media yang terus mengambil fotonya, tubuhnya gemetar hebat. Ia seketika merasa dirinya seperti badut, ditertawakan oleh banyak orang. Tatapannya pun tertuju pada Leng Rushuang.

Semua ini adalah ulah Leng Rushuang, dia yang telah mencelakakannya! Tanpa Leng Rushuang, ia tidak akan dipandang rendah seperti ini! Tanpa Leng Rushuang, ia pasti masih menjadi Direktur Utama Grup Hongtu! Tanpa Leng Rushuang, ia tetap menjadi cucu kesayangan Nyonya Besar!

“Aku tidak akan minta maaf! Sampai mati pun aku tidak mau minta maaf!” Leng Mingsyue berteriak marah pada Leng Rushuang, lalu berbalik dan berlari menuju pintu masuk aula, seolah ingin menerobos keluar.

Namun, dengan begitu banyak pengawal berbaju hitam di pintu masuk, mana mungkin Leng Mingsyue bisa lolos? Baru saja ia mendekat, dua pengawal langsung menahan dan membawanya pergi.

“Sudahlah, aku tidak perlu dia minta maaf. Bawa dia keluar saja,” ujar Leng Rushuang sambil melambaikan tangan ke arah dua pengawal itu.

Dua pengawal segera menyeret Leng Mingsyue pergi. Sementara itu, Ong Jiaxun dan seorang lagi juga dibawa.

Leng Ruiyun melihat Leng Rushuang berhasil mengendalikan situasi, ia menggertakkan gigi, wajah penuh kebencian, ingin bicara, namun tak berani bersuara. Yuan Wenhua hanya bisa menghela napas, wajahnya seketika tampak tua sepuluh tahun.

Sedangkan Leng Yingmei yang berdiri di belakang Nyonya Besar, hanya bisa menunduk, bibirnya terkatup rapat, wajahnya penuh kepahitan.

Nyonya Besar menyipitkan mata menatap Leng Rushuang, lalu menghela napas, “Rushuang, kamu memang lebih bijak dan lapang dada.”

“Nyonya Besar, Anda terlalu memuji,” jawab Leng Rushuang sambil tersenyum, lalu menoleh pada Chu Lingyun, “Maafkan aku, Direktur Chu, aku sama sekali tidak menyangka acara hari ini akan berakhir seperti ini. Semoga Anda tidak menyalahkan keluarga kami. Kalau pun harus menyalahkan, salahkan aku saja.”

Chu Lingyun buru-buru melambaikan tangan, tersenyum tipis, “Bagaimana mungkin aku menyalahkanmu? Lagi pula, semua ini terjadi sangat tiba-tiba. Selain itu, sekarang kamu adalah klien kerja sama penting bagi Grup Jinxiu.”

“Terima kasih atas pengertiannya, terima kasih,” jawab Leng Rushuang dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Melihat itu, Chu Lingyun segera mengisyaratkan pada para wartawan dan media, “Teman-teman semua, beri Direktur Leng sedikit waktu. Silakan nikmati hidangan siang ini, karena makan siang hari ini kami, Grup Jinxiu dan Grup Hongtu, yang menjamu kalian bersama.”

Para wartawan dan media pun bersorak gembira mendengarnya.

Leng Rushuang kemudian menggandeng Nyonya Besar, bersama Leng Yingmei, Yi Panpan, dan anggota keluarga Leng yang lain, meninggalkan aula.

Begitu mereka tiba di lobi lantai satu, Nyonya Besar menatap Rushuang dan berbisik, “Maafkan aku, Rushuang. Kali ini benar-benar membuatmu menderita. Aku tidak pernah menyangka Mingsyue akan bertindak begitu nekat.”

Leng Rushuang buru-buru menggeleng, “Nyonya Besar, jangan berkata begitu. Sebenarnya aku juga yang telah menyeret Mingsyue dalam masalah ini.”

“Sudahlah, jangan membela dia lagi. Hari ini mukaku benar-benar dipermalukan olehnya,” dengus Nyonya Besar.

Leng Rushuang mengernyit, “Nyonya Besar, aku…”

Nyonya Besar segera melambaikan tangan, lalu menoleh pada Lu Zuixiang, “Setelah ini, apa lagi yang harus Rushuang lakukan?”

Lu Zuixiang tersenyum kaku, buru-buru menjawab, “Ini sudah hampir siang. Sepertinya tidak ada yang harus dilakukan lagi…”

“Nyonya Besar,” Leng Rushuang segera memotong ucapan Lu Zuixiang, mengusulkan, “Karena semua sudah berkumpul, bagaimana kalau kita makan siang bersama di sini?”

Nyonya Besar mengangguk.

Leng Yingmei segera maju dan bertanya pada Leng Rushuang, “Kamu suruh mereka membawa Mingsyue ke mana?”

Leng Rushuang hendak menjawab, namun Nyonya Besar langsung memberi isyarat agar Leng Yingmei diam, “Jangan bahas Mingsyue. Semuanya ikut saja ke atas, makan siang juga di sini.”

Dipimpin oleh Nyonya Besar, mereka pun masuk ke lift hotel.

Ruang VIP Utama.

Setelah semua anggota keluarga Leng masuk, Nyonya Besar langsung menatap tajam ke arah mereka dan bertanya dengan suara lantang, “Menurut kalian, bagaimana wartawan dan media akan memberitakan kejadian hari ini?”

Tak seorang pun berani bicara, semua pandangan tertuju pada Leng Rushuang.

Leng Rushuang pun melepas masker, tersenyum tipis, “Nyonya Besar, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Mereka pasti tidak akan menulis sembarangan. Karena Direktur Chu sudah memberi petunjuk pada mereka, dan semua artikel juga harus mendapat persetujuan dari pemimpin redaksi mereka.”

Nyonya Besar menggigit bibir, suaranya bergetar, “Takutnya tetap saja ada kemungkinan buruk. Aku benar-benar tidak menduga Mingsyue berani melakukan ini.”

Usai bicara, tatapan Nyonya Besar langsung beralih pada Leng Yingmei dan dua orang lainnya.

Leng Yingmei buru-buru menunduk dan meminta maaf, “Nyonya Besar, semua salahku. Aku tidak bisa menjaga Mingsyue.”

Nyonya Besar mendengus, “Tentu saja salahmu. Kalau bukan salahmu, masa salahku? Awalnya aku ingin memanfaatkan konferensi pers ini untuk mengangkat nama Grup Hongtu, tapi semua jadi kacau.”

Leng Yingmei hanya bisa mengangguk terus-menerus, “Maaf, aku juga tidak menyangka semua jadi seperti ini. Nyonya Besar, kumohon ampunilah Mingsyue.”

Yuan Wenhua dan Leng Ruiyun tak berani angkat suara, mereka menunduk dalam-dalam. Di bawah tekanan Nyonya Besar, hati mereka dipenuhi rasa takut.

“Maafkan?”

Nyonya Besar menatap Leng Yingmei dengan sinis, lalu menggertakkan gigi, matanya tajam menakutkan, “Bagaimana aku bisa memaafkannya? Kau tahu apa yang dia katakan barusan? Tidak mau minta maaf! Kalau tadi dia menyinggung Direktur Chu, kerja sama proyek triliunan itu sudah pasti batal.”

Semua orang mengangguk setuju.

“Benar, ucapan Nyonya Besar tidak salah. Mingsyue memang terlalu egois. Menyinggung Direktur Chu, kehilangan kerja sama proyek triliunan, itu sama saja mendorong keluarga kita ke jurang.”

“Aku benar-benar ingin menamparnya dua kali. Sudah mempermalukan keluarga, masih saja tidak tahu diri. Untung saja Direktur Chu bisa memaklumi.”

“Betul, menurutku Rushuang jauh lebih baik dari dia. Kalau kerja sama ini gagal, meski Direktur Chu tidak menjatuhkan kita, keluarga lain pasti akan memanfaatkan keadaan. Saat itu, keluarga kita tidak punya jalan keluar lagi.”

Yuan Wenhua mendengar cercaan semua orang, wajahnya sampai memerah hingga ke telinga.

Leng Ruiyun pun semakin tidak berani bicara, membayangkan akibatnya saja sudah membuatnya takut. Jika keluarga Leng jatuh, ia tidak akan jadi siapa-siapa.

Andai suatu hari nanti ia bukan lagi putra sulung keluarga Leng, pasti akan menjadi bahan tertawaan banyak orang. Ia tidak sanggup membayangkan hidup tanpa apa pun.

Leng Yingmei menggertakkan gigi, wajahnya kian suram, ia tidak berani menatap Nyonya Besar, karena tahu semua yang dikatakan mereka itu benar.

“Sudah, cukup. Jangan ribut lagi,” ujar Nyonya Besar sambil melambaikan tangan, lalu menoleh ke arah Leng Rushuang, “Rushuang, kamu adalah pahlawan keluarga kita. Semua berkat kamu.”

Mendengar itu, semua orang pun menatap Leng Rushuang.

Leng Rushuang melambaikan tangan pada Nyonya Besar, “Nyonya Besar, aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan. Aku sungguh berharap keluarga kita bisa berkembang dan Grup Hongtu bisa meroket.”

Nyonya Besar mengangguk berkali-kali, “Aku tahu, aku tahu. Karena itulah hatiku menyesal. Aku sadar kamu jauh lebih bertanggung jawab daripada Mingsyue. Hanya saja, dulu aku benar-benar tidak tahu kamu cucuku sendiri.”

Leng Rushuang tersenyum, “Nyonya Besar, biarkan masa lalu berlalu. Jangan terlalu menyalahkan diri. Ada takdir yang tidak bisa kita ubah, tapi kita masih bisa menentukan masa depan.”

Nyonya Besar mengangguk setuju, “Benar. Kita bisa mengubah masa depan. Masa depan Grup Hongtu aku percayakan padamu. Semoga kamu benar-benar bisa membawa kita semua ke arah kemajuan.”

“Tentu saja,” jawab Leng Rushuang, mengangguk dengan senyum, “Nyonya Besar, selain Kawasan Industri Shengchang, Grup Jinxiu juga punya proyek lain. Bahkan, bukan hanya Grup Jinxiu, ada beberapa grup besar yang ingin bekerja sama dengan Grup Hongtu, nilai proyeknya minimal satu triliun, bahkan bisa mencapai sepuluh triliun.”

“Benarkah?” Wajah Nyonya Besar langsung berseri-seri, tampak sangat gembira.

Anggota keluarga Leng yang lain menatap Leng Rushuang dengan takjub. Mereka tidak menyangka Rushuang sudah membicarakan proyek lain.

Jika Rushuang bisa mendapatkan proyek sepuluh triliun lagi, keluarga Leng benar-benar akan berkembang pesat.

Banyak grup lain yang puluhan tahun pun belum tentu bisa mendapatkan proyek sebesar itu.

Tapi Rushuang bisa mendapatkannya dengan mudah?

Benar-benar tak masuk akal.

Meski mereka merasa terancam oleh Rushuang, mereka lebih ingin melihat nilai grup terus meningkat.

Leng Rushuang mengangguk pada Nyonya Besar, tersenyum, “Tentu saja, Nyonya Besar. Mana mungkin aku bercanda soal urusan sebesar ini? Hanya saja…”

Nyonya Besar melihat Rushuang terhenti, langsung bertanya, “Hanya saja apa?”

“Hanya saja, perkembangan terlalu cepat juga belum tentu baik. Karena grup-grup lain akan selalu mengincar Grup Hongtu. Begitu ada kesalahan, masalah sekecil apa pun akan dibesar-besarkan. Saat itu, semakin tinggi kita naik, semakin hancur kalau terjatuh,” ujar Leng Rushuang dengan cemas.

Nyonya Besar mendengarnya, langsung mengernyit dan mengangguk.

“Lalu menurutmu, apa yang harus kita lakukan sekarang?”