Bab 141 Penutupan Perusahaan
“Eh, aku baik-baik saja.” Guo Xiao mengangguk.
“Baguslah kalau begitu. Aku akan pergi mencari keparat Dou Lanzhi itu untuk meminta pertanggungjawaban!”
Zhou Ruoxi memasang ekspresi murka, lalu berjalan keluar dengan penuh amarah.
Melihat Zhou Ruoxi yang pergi secepat angin, mereka bertiga tertegun.
Chen Shu berkata dengan heran, “Guo Xiao, sekretarismu ini sepertinya bukan orang biasa, ya? Bisa-bisanya dia mencari masalah dengan Dou Lanzhi?”
Guo Xiao tersenyum, ada sedikit kekhawatiran di wajahnya.
Dia khawatir jika sampai terjadi konflik, Zhou Ruoxi akan terluka.
Sambil berjalan, Zhou Ruoxi mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan.
“Halo, Kakak. Wanita sialan bernama Dou Lanzhi itu telah menyinggungku lagi. Kali ini aku harus memberinya pelajaran yang setimpal!”
Zhou Ruoxi berkata dengan gigi Gemeletuk: “Cepat kumpulkan semua skandal hitamnya dan unggah semuanya ke internet. Aku ingin lihat betapa menjijikannya dia!”
Di ujung sambungan, terdengar suara seorang pria yang tenang: “Ruoxi, jangan berulah lagi!”
“Berulah?”
Zhou Ruoxi sedikit tertegun, lalu bertanya dengan kaget, “Kakak, kamu bilang aku berulah?”
“Hah, masih berani bilang tidak berulah. Coba lihat, gambar apa ini!”
Ponsel Zhou Ruoxi berdering, menerima sebuah foto.
Di dalam foto tersebut, Guo Xiao sedang merangkul pinggang Zhou Ruoxi dengan erat. Tatapan Guo Xiao tampak membara, sementara Zhou Ruoxi membenamkan wajahnya di dada Guo Xiao dengan malu-malu. Siapa pun yang melihatnya pasti akan mengira ini adalah sepasang kekasih yang sedang bermesraan.
“Foto ini diambil di Hotel Dihao hari itu?”
Wajah cantik Zhou Ruoxi sedikit merona merah. Dengan nada tidak puas, dia berkata, “Kakak, lalu kenapa dengan ini?”
“Lalu kenapa?”
Pria itu tiba-tiba meninggikan suaranya dan berkata dengan marah, “Kamu adalah gadis yang suci dan terhormat. Jangankan dipeluk seperti ini oleh pria lain, bahkan untuk menyentuh tanganmu saja adalah hal yang sulit. Kamu begitu akrab dengannya, dan masih bertanya padaku ada apa?”
“Aku sudah menyelidikinya. Pria ini bernama Guo Xiao, dan dia adalah seorang pria beristri! Benar-benar bajingan. Dari mana asalnya sampah seperti dia sehingga berhak melakukan kontak sedekat ini denganmu?”
“Jika bukan karena menjaga perasaanmu, aku sudah sejak lama pergi ke Shanghai. Aku ingin melihat apakah keparat itu masih berani merangkul pinggangmu.”
Zhou Ruoxi mengerutkan kening dan berkata dengan tidak senang, “Kakak, foto ini pasti dikirimkan oleh Dou Lanzhi padamu, kan? Jangan tertipu olehnya. Dia sengaja memprovokasi hanya demi memboikot Guo Xiao.”
“Hah, mana mungkin aku tidak tahu niat liciknya itu, tetapi setelah melihat foto ini, aku merasa memboikot orang seperti dia adalah hal yang sangat bagus!”
Pria itu berkata dengan dingin, “Oleh karena itu, jangan bermimpi meminta bantuan dariku. Aku tidak ikut menimbunnya di dalam sumur yang kering saja sudah merupakan sebuah kelonggaran yang luar biasa!”
“Huh, kalau kamu tidak mau membantuku, aku akan cari orang lain untuk membantuku!” Zhou Ruoxi hendak menutup telepon dengan marah.
Namun, pria itu justru tertawa dan berkata, “Ruoxi, selama bertahun-tahun ini kamu tidak pernah mau bersentuhan dengan bisnis keluarga. Kata-katamu didengar oleh siapa memangnya? Selama aku tidak memberikan restu, coba lihat siapa yang berani membantumu!”
“Kamu bajingan! Tunggu saja aku pulang dan mengadu pada kakek!”
Zhou Ruoxi menutup telepon dengan penuh amarah.
Di ibu kota, seorang pria dengan fitur wajah yang tegas merasa sedikit bersalah, tetapi tak lama kemudian, begitu teringat pada foto itu, dia kembali merasa tenang.
Dia sangat yakin bahwa para tetua di keluarga sangat memanjakan Ruoxi seperti permata. Jika mereka tahu bahwa Ruoxi melakukan kontak intim dengan seorang pria beristri, mereka pasti akan jauh lebih murka daripada dirinya.
Zhou Ruoxi kembali ke perusahaan bagaikan terong yang layu diterpa embun es.
“Ruoxi, kamu tidak apa-apa?”
Guo Xiao menatap Zhou Ruoxi dengan penuh kekhawatiran.
Zhou Ruoxi memasang wajah menderita dan berkata dengan nada merajuk penuh keluh kesah, “Keluargaku tidak mau membantuku. Maafkan aku……”
“Aduh, ini tadinya memang bukan urusan keluargamu. Untuk apa meminta maaf.”
Guo Xiao tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Tetapi, jika bukan karena aku, identitasmu tidak akan terbongkar. Semua ini adalah salahku.”
Zhou Ruoxi menundukkan kepala kecilnya, sementara matanya yang memesona menggenang oleh air mata.
Ekspresi Guo Xiao berubah menjadi serius, lalu berkata dengan suara dalam: “Ruoxi, aku adalah seorang dewasa. Saran yang darimu itu hanyalah masukan, dan orang yang membuat keputusan adalah diriku sendiri. Selain diriku sendiri, tidak ada seorang pun yang bisa bertanggung jawab atas masalah ini. Lagipula, aku sama sekali tidak menyesal telah mengumumkan identitasasli ku.”
“Betul, Adik Ruoxi. Bagaimana bisa ini menjadi salahmu.”
Su Muyan melangkah maju, menggenggam tangan kecil Zhou Ruoxi, lalu membujuknya dengan lembut.
Zhou Ruoxi menghapus air matanya, lalu bertanya dengan suara pelan, “Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Guo Xiao menoleh ke sekeliling ruangan, lalu berkata dengan suara tegas: “Perusahaan ini sudah tidak bisa dijalankan lagi. Kalau begitu keadaannya, bubarkan saja perusahaan ini.”
“Ah!”
Semua orang yang hadir berseru kaget.
“Guo Xiao, kamu harus tetap tenang. Perusahaan ini dibangun dengan curahan darah dan keringatmu sendiri, bagaimana bisa dibubarkan begitu saja?”
Chen Shu berkata dengan nada berat.
Namun, Guo Xiao menggelengkan kepalanya pelan dan berkata acuh tak acuh, “Ini hanya sekadar mengganti kedok saja. Lagipula perusahaan ini dioperasikan dengan modal mandiri milikku sendiri. Aku akan mengubahnya menjadi sebuah studio terlebih dahulu, dan nanti setelah waktunya tepat, aku tinggal membangun perusahaan baru lagi.”
Chen Shu mengangguk kecil: “Menghindari badai untuk sementara waktu memang sebuah cara yang bagus.”
Setelah itu, Zhou Ruoxi mendatangi Guo Xiao secara pribadi dan berbisik pelan, “Guo Xiao, aku harus kembali ke ibu kota selama beberapa hari untuk membereskan beberapa urusan keluarga.”
“Hmm, baiklah.”
Guo Xiao bertanya dengan penuh kekhawatiran: “Tidak ada masalah apa-apa, kan? Apakah butuh bantunanku?”
Zhou Ruoxi menggelengkan kepala pelan. Mengingat kembali foto itu, wajah cantiknya mau tak mau merona merah, lalu berkata dengan lembut, “Tidak ada apa-apa, aku akan segera kembali.”
Mata indahnya mendarat di wajah Guo Xiao, lalu bertanya dengan suara lembut: “Kamu tidak mengira kalau aku sedang kabur dan tidak akan kembali lagi, kan?”
Guo Xiao menggelengkan kepala dan berkata dengan sungguh-sungguh: “Keputusan apa pun yang kamu ambil, aku tidak akan pernah menyalahkanmu. Selama ini, kamulah yang selalu membantuku, bukan aku yang membantumu.”
“Huh.”
Sudut bibir Zhou Ruoxi terangkat membentuk senyuman. Dia memeluk Guo Xiao sejenak, lalu berbalik dan pergi.
Guo Xiao menatap punggungnya dengan perasaan sedikit khawatir.
Dia selalu merasa bahwa masalah yang menimpa Zhou Ruoxi kali ini seolah-olah disebabkan oleh dirinya.
“Aku terlalu lemah, tidak mampu melindungi diriku sendiri, apalagi melindungi orang-orang di sekitarku.”
Guo Xiao menghela napas panjang, dan tatapannya pun menjadi semakin teguh.
Dia masuk ke akun pribadinya dan mulai mengunggah sebuah pesan.
“Semuanya, tepat pada hari ini, perusahaanku resmi berhenti beroperasi dan boleh dibilang telah dibubarkan!”
Kepopuleran Guo Xiao saat ini sudah sangat tinggi, terlebih lagi ini adalah berita yang sangat mengejutkan.
Tak lama kemudian, kabar ini menyebar ke seluruh penjuru internet, dan para warganet dari berbagai kalangan pun berbondong-bondong memberikan perhatian.
“Apa yang telah terjadi? Kenapa bisa jadi seperti ini?”
“Kakak Huichu, apakah kamu baik-baik saja?”
Banyak penggemar yang sangat khawatir pada Guo Xiao dan mulai membanjiri kolom komentar dengan pesan-pesan mereka.
Guo Xiao: “Mohon tenang semuanya, aku baik-baik saja. Apa yang tidak bisa membunuhku, pada akhirnya akan membuatku semakin kuat!”
“Apa yang tidak bisa membunuhku, pada akhirnya akan membuatku semakin kuat? Kata-kata yang sangat indah!”
“Tetapi, sialan, pasti telah terjadi sesuatu, bukan?”
“Sial, sebenarnya siapa lagi yang sedang mengincar Huichu? Apakah mereka benar-benar mengira kami sudah tidak bisa memegang pisau lagi?”
“Seharusnya tidak mungkin, aku terus memantau internet dan tidak ada satu pun berita tentang Guo Xiao belakangan ini.”
Semua orang tampak kebingungan dan tidak mengerti situasi apa yang sedang terjadi.
“Semuanya, aku adalah orang dalam. Biar aku beritahu kalian, sebenarnya apa yang telah terjadi!”