Bab 152: Kejutan yang Dibawa oleh Zhou Ruoxi
Zhou Ruoxi melirik ke arahnya dan berkata dalam hati, "Jika bukan karena lagu 'Burung Laut' milikmu, mungkin aku sudah dikurung oleh keluargamu dan tidak akan bisa kembali kali ini."
Setelah "Burung Laut" muncul di internet, kehebohan yang ditimbulkannya sangat besar hingga para tetua di keluarganya pun ikutikutan terusik.
Ketika mereka menyelidiki Guo Xiao, mereka baru menyadari bahwa anak perempuan di keluarga mereka ternyata memiliki keterikatan yang rumit dengan Guo Xiao ini.
Bahkan beberapa hari yang lalu, ia nekat pergi ke Kota Mo untuk menjadi seorang sekretaris.
Meskipun Zhou Ruoxi selalu memasang senyum tipis di wajahnya dan tampak ramah kepada siapa saja, hanya keluarganya sendiri yang tahu betapa tinggi harga dirinya.
Bahkan kekayaan keluarga yang begitu besar pun tidak pernah ia anggap serius.
Orang seperti itu justru berinisiatif menjadi sekretaris orang lain. Jika mereka masih tidak bisa menebak ada udang di balik batu, lebih baik mereka membenturkan kepala ke tembok sampai mati.
Zhou Ruoxi teringat adegan saat dirinya berkonfrontasi dengan para tetua di rumah. Baru setelah ia memberikan janji, mereka bersedia membiarkannya kembali dan bahkan memberikan beberapa kemudahan untuknya.
Begitu keduanya melangkah masuk ke dalam gedung, seorang pria paruh baya yang berpakaian sangat rapi, berpenampilan terpelajar, dan berambut tersisir sangat kelimis berjalan mendekat.
Pandangannya melirik sejenak ke arah tangan Zhou Ruoxi yang merangkul lengan Guo Xiao.
Zhou Ruoxi mencebikkan bibirnya, melepaskan tangan Guo Xiao, dan mendengus pelan, "Guo Xiao, kuberi tahu ya. Ini pamanku, kamu bisa memanggilnya Paman Qi."
"Ehm, Paman Qi. Halo."
Guo Xiao buru-buru menyapa dengan sopan.
"Jangan sungkan, aku hanyalah seorang pelindung rendahan di sisi Nona. Tuan Guo adalah bos dari Nona, bagaimana aku layak menerima sebutan Paman Qi dari Tuan Guo."
Paman Qi berkata dengan nada yang sangat menjaga jarak.
"Paman Qi, apa-apaan sih. Datang ke mari kan untuk membantuku, bicaralah yang sopan."
kata Zhou Ruoxi dengan nada kesal.
Paman Qi memasang ekspresi tak berdaya, lalu terpaksa mengulurkan tangan dan berkata, "Tuan Guo, halo."
Guo Xiao berjabat tangan dengannya dan mengarahkan pandangan penuh tanya kepada Zhou Ruoxi.
Jadi, maksud kedatanganmu kemari sebagai sekretaris dengan membawa serta seorang pelayan pribadi itu apa?
Zhou Ruoxi membawa Guo Xiao masuk ke dalam perusahaan.
Begitu melangkah masuk, Guo Xiao melihat sekelompok orang berdiri berjajar rapi di kedua sisi dalam keheningan.
"Selamat datang, Direktur Guo."
Semua orang membungkuk bersamaan dan berseru kompak.
"Ehm, halo semuanya. Ini...?"
Guo Xiao tercengang dan menatap mereka dengan tatapan bingung.
Sejak kapan perusahaannya kedatangan begitu banyak orang?
Wajah Zhou Ruoxi merona merah, matanya sedikit menghindar karena merasa malu, namun ia berkata dengan nada pamer, "Guo Xiao, orang-orang ini adalah para tenaga profesional yang kubawa kemari. Perusahaanmu baru saja mengalami hantaman berat, asal ada mereka, perusahaan akan segera pulih kembali. Selain itu, Paman Qi memiliki pengalaman yang sangat kaya dalam manajemen perusahaan, dia datang khusus kali ini untuk membantu kita."
Mendengar perkataan Zhou Ruoxi, Guo Xiao baru mengamati orang-orang tersebut lebih teliti. Saat itulah ia menyadari bahwa mereka ternyata adalah para senior yang sangat terkenal di dunia hiburan.
Di antara mereka terdapat seorang manajer profesional yang pernah membesarkan beberapa bintang papan atas dan memiliki mata yang sangat jeli.
Ada juga perencana iklan, manajer humas, desainer, akuntan, dan berbagai profesi lainnya.
Setiap orang menikmati reputasi besar di industri ini dan jauh lebih profesional daripada orang-orang yang pernah direkrut oleh Guo Xiao sebelumnya.
Guo Xiao menoleh ke arah Zhou Ruoxi dan bertanya dengan kaget, "Para senior ini, semuanya kamu yang mencarikan?"
Zhou Ruoxi mengangguk pelan.
"Kenapa?"
Guo Xiao menatap Zhou Ruoxi dengan bingung. Bisa mendatangkan orang-orang sebanyak ini pasti membutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Kamu kan hanya seorang sekretaris, untuk apa sampai berbuat sejauh ini?
Hati Zhou Ruoxi tiba-tiba merasa sedikit kacau, dan pandangannya tanpa sadar mulai menghindar.
Paman Qi, yang mengamati dari samping, mau tidak mau menghela napas dalam hati.
Sepertinya kekhawatiran keluarganya benar. Gadis Ruoxi ini tampaknya benar-benar telah jatuh cinta pada pria ini.
Tampaknya dia memang harus tinggal di Kota Mo dan menunggu sampai Zhou Ruoxi pergi.
Paman Qi melangkah maju dan berkata sambil tersenyum, "Nona kami merasa bahwa kekacauan di perusahaanmu kali ini terjadi karena dia menghasutmu untuk mengungkap identitasmu, jadi dia datang untuk menebusnya. Namun, menurutku, orang dewasa harus bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri, dan sebenarnya ini bukan urusan Nona."
Guo Xiao menatap Zhou Ruoxi, mengerutkan kening, dan berkata dengan suara mantap, "Ruoxi, sudah kubilang, ini adalah keputusanku sendiri. Lagipula, mengumumkan identitas tidak sepenuhnya merugikannya bagiku."
"Setidaknya, semua orang melihat ketampananku dan semakin menyukaiku."
Guo Xiao bahkan tidak bisa menahan tawa saat mengatakan itu.
"Aduh, orang-orangnya kan sudah datang. Memangnya kamu mau memecat mereka?"
Zhou Ruoxi menepuk bahu Guo Xiao dan berkata dengan gaya jantan, "Kita semua adalah sahabat, jangan bersikap menye menye. Lagi pula, mereka semua adalah temanku, gaji yang harus dibayarkan kepada mereka tidak boleh kurang sedikit pun."
Sudut mata Guo Xiao berkedut beberapa kali. Kalau saja bagian depanmu tidak bergelora saat menepukku tadi, aku mungkin benar-benar menganggapmu sebagai seorang sahabat!
"Soal itu, kamu tenang saja."
Guo Xiao mengangguk penuh penekanan dan berkata sambil tersenyum, "Aku selalu bermurah hati dalam urusan finansial."
Zhou Ruoxi berkata dengan gembira, "Kalau begitu, kita bisa secara resmi mengumumkan kepada dunia luar bahwa Era Primitif telah bangkit kembali!"
Namun, Guo Xiao merenung sejenak dan berkata dengan serius, "Jangan terburu-buru, tunggu sampai aku memanggil Muyang."
Tak lama kemudian, Su Muyang tiba. Ketika ia melihat orang-orang di dalam ruangan, ia pun sempat terkejut kecil.
Para senior dunia hiburan itu juga menatap Su Muyang dengan perasaan takjub.
Saat Guo Xiao masuk tadi, mereka hanya melirik dengan rasa penasaran, terutama karena penasaran seperti apa rupa pria yang sedang ramai dibicarakan di internet selama dua hari ini, dan lagi pula ini adalah calon bos mereka, jadi tentu saja mereka harus melihatnya baik-baik.
Namun, setelah malang melintang di industri hiburan selama bertahun-tahun, mental mereka sudah sangat tenang.
Kendati demikian, begitu Su Muyang muncul, ekspresi terkejut di wajah mereka langsung tidak dapat disembunyikan lagi.
Mereka semua tahu Su Muyang itu cantik, tetapi melihatnya hanya lewat video terasa kurang nyata, dan mereka mengira itu hanya hasil teknologi penyuntingan wajah yang sangat canggih.
Su Muyang mengenakan gaun putih yang sangat anggun. Tanpa pulasan bedak di wajahnya, ia tampak berdiri di sana bagaikan peri yang tersesat di dunia fana.
Mereka tadinya mengira Zhou Ruoxi sudah jauh lebih cantik daripada kebanyakan aktris di dunia hiburan, dan hanya segelintir orang yang bisa menandinginya.
Cantik bagaimanapun seorang wanita, paling-paling ya seperti itu.
Namun, kemunculan Su Muyang membalikkan pandangan mereka. Ternyata seorang wanita benar-benar bisa begitu cantik hingga ke tingkat ini.
Manajer profesional Sun Xiaohao tiba-tiba matanya berbinar. Wanita cantik seperti ini, jika dikemas dengan baik, pasti akan menjadi bintang wanita papan atas di negeri ini, bahkan bisa menembus panggung internasional dan masuk ke kancah global.
Zhou Ruoxi mencibir. Benar saja, begitu wanita ini muncul, semua orang langsung kehilangan kendali diri.
Paman Qi juga menatap Su Muyang dalam-dalam. Semula ia berpikir jika Nona mudanya benar-benar sangat mencintai Guo Xiao, maka ia akan menggunakan beberapa cara agar Su Muyang meninggalkan Guo Xiao.
Namun, setelah melihat wanita ini, ia sangat meragukan apakah cara damai bisa berhasil. Jika menggunakan cara yang keras, justru akan menciptakan musuh baru.