Bab Enam Belas Nilai Sebuah Tiket Kapal
Adapun bencana tingkat A didefinisikan sebagai “bencana alam super yang hampir mustahil diatasi dalam waktu singkat, akan menimbulkan kerugian ekonomi besar, dan memicu kepanikan sosial yang luar biasa.” Dampaknya sebanding dengan peperangan antara negara-negara adidaya! Hingga saat ini, di Bumi belum pernah terjadi bencana tingkat A, jadi definisi ini masih sebatas teori. Semua negara berupaya mencegah terjadinya bencana supranatural tingkat A, sehingga pengawasan terhadap data di jaringan internet pun semakin ketat. Jika ada tanda-tanda ke arah itu, satu-satunya cara adalah segera memutus rantainya. Jika dibiarkan berkembang, bisa jadi senjata nuklir pun tak lagi berguna.
Adapun tingkat S, didefinisikan sebagai “bencana supranatural yang tidak mungkin diatasi oleh kemampuan manusia,” dengan dampak yang sangat luas, bahkan bisa melanda seluruh dunia. Jika bencana tingkat S benar-benar terjadi, sangat besar kemungkinan umat manusia hanya akan menghadapi kehancuran total.
“Benarkah bencana tingkat S itu akan terjadi?”
Kehancuran... kehancuran dunia?
Mendengar penjelasan ini, Lu Yiming hampir tak percaya. Ini seperti lelucon saja, kata ‘kiamat’ terasa sangat jauh dari kehidupan yang dijalaninya saat ini. Namun melihat ekspresi Dokter Ding, jelas sekali bahwa ia sangat serius.
Dengan mata membelalak, ia bertanya, “Apakah ramalan itu benar-benar akurat?”
Dokter Ding mengusap pelipisnya, tersenyum pahit dan menjawab, “Bencana tingkat S memang belum pernah terjadi, bahkan tingkat A pun juga belum pernah. Sampai saat ini, jumlah kasus tingkat B di seluruh dunia pun sangat sedikit, dalam setahun hanya beberapa kasus saja yang terungkap ke publik. Kalau tidak, mana mungkin kita masih bisa duduk di sini dan mengobrol dengan tenang...”
“Tapi kita tidak bisa mengabaikan ramalan ini.”
“Sebab kekuatan ‘Nomor Nol’ adalah meramal. Sampai saat ini, tingkat akurasinya lebih dari sembilan puluh persen. Sepuluh persen sisanya adalah ramalan yang belum terbukti, masih harus menunggu waktu. Tidak bisa dibilang salah sepenuhnya... Sebenarnya kami juga berharap ramalan kali ini keliru, tapi jika mengabaikannya, itu akan menjadi kesalahan besar.”
“Karena ramalan inilah, kami telah bersiap-siap selama sepuluh tahun penuh!”
“Tiket kapal adalah salah satu cara bertahan menghadapi bencana tingkat S. Ia adalah jatah hidup dalam sebuah proyek super besar. Mirip seperti konsep ‘Bahtera Nuh’ dalam film-film fiksi ilmiah. Kau pasti tahu maknanya, bukan!”
“Jika bencana tingkat S benar-benar terjadi, mungkin hanya segelintir orang yang bisa selamat. Bagi staf garis depan di lembaga penelitian ini, bekerja selama satu tahun berarti kau berhak mendapat satu tiket kapal, tapi hanya satu tiket saja.”
“Bagi yang gugur demi negara, juga akan mendapatkan satu tiket kapal.”
“Kalau bukan staf garis depan, kau harus bekerja keras setidaknya tiga sampai lima tahun untuk mendapatkannya.”
“Tunggu, Dokter Ding, satu tiket kapal itu berlaku untuk berapa orang?!” tanya Lu Yiming dengan cemas.
“Satu tiket kapal setara dengan jatah hidup satu keluarga beranggotakan tiga orang. Ya, tiga orang. Kalau ada dua anak kecil, maksimal empat orang.”
Jantung Lu Yiming berdegup kencang, ia menarik napas dalam-dalam dan mengepalkan tangan, berusaha menahan emosinya. Kabar ini sungguh terlalu mengerikan baginya!
Masa depan dunia ternyata bisa saja dilanda bencana tingkat S. Sementara umat manusia sangat lemah, bahkan untuk menangani bencana tingkat B saja sudah sangat kesulitan.
Kenyataan yang begitu suram ini sungguh membuatnya merinding!
“Apakah dalam paket yang kubawa kemarin ada benda gaib?” Lu Yiming tiba-tiba teringat sesuatu dan bertanya lagi. Ini menyangkut dua tiket kapal, yang berarti menyangkut nasib hidup keluarganya. Mana mungkin ia tidak khawatir.
Kalau tidak, ia harus bekerja mati-matian satu tahun di lembaga ini baru bisa dapat satu tiket kapal!
Siapa tahu bagaimana keadaan setahun ke depan.
Melihat ekspresinya, Dokter Ding tersenyum dan mengangguk, “Setelah diteliti, bola mata besar itu memang benda gaib. Sifat kekuatan supranaturalnya masih dalam penelitian, tapi menurut beberapa ahli supranatural, sudah pasti itu benda gaib.”
“Kau sungguh beruntung, jadi dua tiket kapal untukmu tak ada masalah, sesuai janji kami, pasti akan diberikan.”
“Dua tiket kapal berarti enam jatah hidup, kau bisa menyelamatkan lebih banyak keluarga dan teman. Tapi jangan kira karena sudah punya tiket kapal, kau tak perlu berusaha lagi. Jika bekerja lancar selama setahun, kau bisa dapat satu tiket lagi. Ada juga tugas-tugas tambahan yang bisa memberimu tiket kapal.”
Dengan dua jatah keluarga, Lu Yiming pun agak lega.
Ia melambaikan tangan dan berkata, “Tentu saja tidak, aku tetap ingin tinggal di lembaga ini, belajar lebih banyak. Lagi pula, hanya di sini aku bisa mengakses data langsung.”
Baik demi menambah pengetahuan maupun imbalan besar, semuanya sepadan.
Soal bahaya... justru jika tidak bergabung dengan lembaga ini, mungkin malah lebih berbahaya.
Dokter Ding mengangguk, “Pilihan yang sangat bijak.”
“Tentu saja, tiket kapal bukanlah benda fisik, melainkan hak akses keamanan, dan tidak diumumkan ke publik. Jika benar-benar terjadi bencana super, akan ada petugas khusus yang memberi tahu orang tuamu dan mengundang mereka mengungsi.”
“Jadi selama keadaan masyarakat masih stabil, kau tak boleh memberi tahu orang tuamu soal ini. Tak ada yang tahu kapan bencana tingkat S akan meletus, bisa besok, sepuluh tahun lagi, atau seratus tahun mendatang. Tidak ada gunanya orang biasa tahu lebih awal, hanya akan menimbulkan kepanikan tak perlu.”
“Kalau kau ingin lebih banyak tiket kapal, kau harus berkontribusi lebih besar, menuntaskan tugas-tugas berat.”
“Uang tidak bisa membeli tiket kapal, dan kalaupun bisa, gajimu jelas tidak cukup. Bisa mencapai sembilan digit, bahkan sepuluh digit untuk satu tiket.”
Lembaga penelitian ini kaya bukan tanpa alasan. Beberapa taipan kelas atas pasti ikut dalam proyek ini. Dunia memang begini, orang kaya tetap saja punya sedikit hak istimewa.
Lu Yiming mengangguk, ia bisa memahami hal itu.
Ayahnya tidak masalah, seorang penyendiri yang setiap hari di rumah menonton TV. Tapi ibunya sangat cerewet. Kalau rahasia ini sampai ia bocorkan ke ibunya, bisa-bisa dalam sejam saja seluruh tetangga akan tahu, dan sehari kemudian seluruh kota pun ikut tahu, entah masalah apa yang akan timbul nantinya.
Bisa-bisa, ia sebagai sumber informasi pun akan dicabut jatah hidupnya dan masuk penjara. Dengan kemampuan supranaturalnya yang cuma seujung kuku, mana mungkin ia bisa kabur dari situ.
Selain itu, karena adanya tiket kapal, ia pun takkan bisa keluar dari Pusat Penelitian Supranatural ini. Hubungan mereka jadi sangat erat.
Adapun soal tiket kapal tambahan...
Lu Yiming menghela napas. Tentu saja ia menginginkannya, tapi ia tahu betul itu bukan hal yang mudah, mungkin harus mempertaruhkan nyawa baru bisa mendapatkannya.
Lagi pula, ini bukan perkara sekadar berusaha keras. Banyak hal juga bergantung pada keberuntungan.
...
Dengan membawa kabar mengejutkan itu, Lu Yiming meninggalkan ruang rapat dengan hati berat. Ternyata bahaya yang mengintai dunia ini jauh lebih besar dari yang ia bayangkan, bahkan bisa mengancam keberadaan seluruh dunia kapan saja.
Bahkan, di lubuk hatinya tumbuh rasa bersalah yang halus. Jika benar bencana tingkat S terjadi, hanya sedikit manusia yang akan bertahan hidup.
Lu Yiming hanyalah seorang biasa, dan bagi orang biasa, menyimpan rahasia semacam ini saja sudah bisa menimbulkan rasa bersalah...
Di tengah perasaan campur aduk itu, kegembiraan karena baru saja mendapat bonus besar pun langsung lenyap tak bersisa.
Kalau dunia ini hancur, apa gunanya lagi uang?