Bab Tiga Puluh: Kisah Cinta yang Ternoda (Bagian Akhir)

Menguasai Tiga Kerajaan Chu Ge dari Sembilan Langit 3462kata 2026-04-01 09:03:30

"Katakan, katakan! Aku pasti akan mewujudkan keinginanmu!" Hatinya sudah menangis. Struktur tubuh peri tidak sama dengan manusia, dan dia sudah bisa merasakan vitalitas Zhen Yi terus menghilang, tak lagi bisa diselamatkan. Zhen Yi adalah bawahan yang paling ia hargai, seorang talenta di antara para talenta, mahir dalam sastra maupun militer, berpikiran cermat, dan penuh dengan siasat brilian. Meskipun ia bukan tokoh tercatat dalam sejarah Tiga Kerajaan di dunia itu, dia memiliki potensi besar untuk menjadi jenderal super tangguh yang mampu maju membunuh musuh untuk menstabilkan negara, serta mundur untuk menjaga wilayah.

"Tuan, sejak kecil aku punya satu keinginan, aku ingin menikahinya." Bagian bawah tubuh Zhen Yi sudah hampir lenyap, titik-titik cahaya ungu yang tak terhitung jumlahnya berhamburan mengikuti angin, begitu indah namun memilukan.

"Siapa dia? Katakan padaku, aku pasti akan menemukannya dan menjadikannya Itrimu. Bahkan jika dia sudah bersuami, aku akan merebutnya untukmu!"

"Dia adalah kakakku, kakak kandungku. Tuan, seumur hidup aku selalu menghindarinya, karena dia juga mencintaiku, tetapi semuanya sudah tidak bisa kembali lagi." Senyum tipis terukir di wajah Zhen Yi. "Yang membuatku bahagia adalah aku telah menemukanmu, Tuan. Engkau adalah satu-satunya di dunia ini yang pantas untuk bersanding dengannya. Tuan, engkau harus mencintainya dengan baik untukku, menggantikan bagianku, dan menjaganya dengan baik."

Air mata telah membasahi wajah.

Tenggorokannya tercekat, tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Pada saat itu, ia bahkan bisa merasakan penderitaan mendalam yang telah dipendam Zhen Yi selama bertahun-tahun. Justru karena mencintai seseorang yang seharusnya tidak dicintai, ia menghabiskan sepanjang hidupnya dalam kebingungan dan kepedihan.

"Zhen Yi, tenanglah, keinginan ini pasti akan aku wujudkan untukmu!"

"Terima kasih, Tuan. Bisa bertemu denganmu adalah kehormatan dalam hidupku. Oh ya, namaku—kakakku bernama..." Tubuh Zhen Yi telah lenyap sepenuhnya, menyisakan bagian kepalanya saja. Di detik-detik terakhir itu, ia lenyap dengan senyuman, dan dua patah kata terakhirnya terus bergema di udara, "Zhen Mi."

Zhen Mi, Zhen Mi. (Karakter mi di sini dibaca fu, sama dengan fu dalam arti dewi air. Pada masa kuno, perempuan sangat jarang memiliki nama tercatat, dan nama Zhen Mi pun tidak ada dalam catatan resmi. Penamaan Zhen Mi dan Zhen Luo ini merupakan gubahan dari generasi selanjutnya berdasarkan "Puisi Pemujaan pada Zhen" atau yang dikenal sebagai "Puisi Dewi Luo" karya Cao Zhi, untuk memudahkan penyebutan.)

Ia tidak menyangka bahwa pada akhirnya, takdir justru membawanya pada sosok perempuan terkenal dari era Tiga Kerajaan tersebut.

Melihat dengan mata kepala sendiri Zhen Yi lenyap dari hadapannya, kemarahan dan kesedihan bergemuruh di dadanya. Ia perlahan bangkit berdiri, mendongak menatap peri agung yang tubuhnya memancarkan cahaya keemasan itu. Pada saat itu, peri agung tersebut kembali menarik busurnya, mengarahkannya tepat kepada Lin Dao. Di wajahnya tersungging sebuah senyuman—senyuman yang hanya diperlihatkan oleh kaum penguasa saat menyiksa budak mereka!

Lin Dao sedikit menundukkan kepalanya, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk lengkungan yang penuh kejahatan. "Hih, alam tingkat raja memang berada di atas segalanya. Tetapi..."

Ia tiba-tiba mendongak. Matanya yang terbuka lebar memancarkan berbagai macam emosi, di mana kemarahan dan kebencian mendominasi segalanya!

"Lalu kenapa?!"

Melihat ekspresi itu, peri agung tersebut justru menurunkan busur emas di tangannya, memberi isyarat dengan jari dan tersenyum meremehkan, "Jika kau bisa menyentuh pakaianku, aku akan mengampuni nyawamu."

"Benarkah?" Ia mengeluarkan sebuah botol porselen hitam dari balik jubahnya. Warna hitam tidak termasuk dalam tingkatan pil obat. Dari dalam botol porselen hitam itu dituangkan sebutir pil obat yang memancarkan cahaya legam. Cahaya itu benar-benar nyata dan dapat ditangkap oleh mata telanjang. Sudut mata peri agung itu tampak berkedut saat melihat pil obat bercahaya hitam legam tersebut. Jelas sekali, ini adalah pertama kalinya ia melihat cahaya hitam. Cahaya hitam semacam itu pastilah bukan sesuatu yang bisa dipancarkan oleh benda fana biasa.

"Nama pil obat ini adalah Pil Iblis Surgawi. Mengenai efek khasiatnya, sebentar lagi kau akan bisa merasakannya sendiri." Ia memasukkan Pil Iblis Surgawi itu ke dalam mulutnya dan menelannya.

"Deg! Deg!"

Suara aneh tiba-tiba bergema di telinga setiap orang. Keanehan suara itu terletak pada kenyataan bahwa suara tersebut tidak merambat melalui udara, melainkan seolah-olah tercipta secara langsung di dalam benak setiap orang. Hampir semua orang menghentikan pertarungan mereka dan melihat sekeliling dengan bingung. Menghadapi hal yang tidak diketahui, reaksi semua orang selalu sama.

"Deg! Deg!"

Suara itu terdengar sekali lagi. Kali ini, semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arahnya, karena mereka semua bisa merasakan dari mana sumber suara itu berasal.

Kedua tangannya perlahan terkulai ke bawah, dan tubuhnya sedikit membungkuk. Yang paling kasat mata adalah ketika semua orang melihat rambut hitamnya memanjang seperti trik sulur sihir, tergerai langsung hingga ke pinggang! Setelah itu, tangannya yang terkulai perlahan bergetar, dan begitu kesepuluh jarinya membuka, kuku-kuku hitam yang sangat tajam seketika tumbuh di setiap ujung jarinya. Sekilas, kuku-kuku itu tampak seperti cakar makhluk buas!

"Syuut!"

Di bawah tatapan semua orang, tubuhnya tiba-tiba menghilang!

"Bum!"

Tubuh peri agung itu mendadak terhempas ke udara, sementara ia berdiri tepat di tempat peri agung tadi berada, dengan senyum gila tersungging di wajahnya. Ia mendongak menatap peri agung di udara, menjulurkan lidahnya yang panjang dan menjilat bibirnya dengan cara yang sangat mengerikan, "Sudah kubilang, mulai hari ini, aku akan menyiksa setiap budak setia Kekaisaran Dongwu sampai mati, setiap dari mereka!"

Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, tubuhnya kembali menghilang. Di udara terdengar suara ledakan yang dahsyat, dan orang-orang yang mendongak melihat puluhan kilatan cahaya hitam melintas di udara. Setiap kali cahaya hitam itu berkilat, suara yang menggetarkan jiwa pun terdengar. Pada saat itu, ia bertindak seolah-olah telah kehilangan akal sehatnya. Senjatanya adalah kuku-kuku yang panjang dan tajam itu, menghujam dan menusuk peri agung tersebut tanpa henti dengan kecepatan yang mustahil diikuti oleh mata telanjang. Di langit, darah terciprat bagaikan hujan darah.

Kecepatannya benar-benar terlampau cepat hingga pandangan orang-orang sama sekali tidak mampu menangkap sosoknya, menyisakan suara ledakan yang terus menerus berdengung di telinga.

"Hahaha! Bagus, bagus! Karena kau memiliki kemampuan pemulihan diri yang begitu cepat, itu justru memenuhi kehendakku. Aku akan mencabut otot dan mengulitimu, serta mencungkil daging dari tulangmu!" Sambil berucap demikian, kedua tangannya menghujam langsung ke dada peri agung itu, merobek seluruh rongga dadanya!

"Argh!!!"

Cahaya keemasan di tubuh peri agung itu memancar dengan sangat terang. Di tengah lolongan kesakitan, tubuh fisiknya pulih dengan kecepatan yang luar biasa—kecepatan pemulihan yang sama sekali tidak kalah darinya.

"Ingin pulih?" Ia tersenyum jahat, menindih tubuh peri agung itu ke tanah, lalu tangan kanannya kembali menghujam dada musuhnya. Di hadapan semua orang, ia mematahkan salah satu tulang rusuk peri agung itu secara hidup-hidup dan mencabutnya! Satu! Dua! Lima! Satu baris penuh! Ia bagaikan sesosok iblis penghisap darah dari neraka, menyeringai mengerikan saat mencabut seluruh tulang dada peri agung itu, lalu menghunjamkan tulang-tulang dada tersebut dengan kejam ke keempat anggota tubuh peri agung itu!

"Bunuh aku, bunuh aku saja!!!" Konstitusi khusus peri agung itu membuatnya justru tidak bisa mati meskipun menginginkannya! Ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya yang berada di awal alam tingkat raja akan disiksa hingga separah ini oleh seorang manusia berilmu rendah! Pada saat itu, satu-satunya keinginan peri agung tersebut hanyalah kematian; baginya, kematian adalah sebuah pembebasan!

"Belum puas bermain, aku akan memenuhi keinginanmu!" Tangannya mencengkeram kepala peri agung itu, lalu menyusul suara tulang yang remuk dan otak yang meledak, seorang ahli tingkat raja pun tewas seketika!

"Uhuk!" Baru saja membunuh peri agung tersebut, ia langsung memuntahkan seteguk darah segar begitu bangkit berdiri. Kendati demikian, ia tetap tersenyum dengan sangat mengerikan. Pandangannya mulai beralih ke para pemanah di lereng bukit serta selusin ahli pemecah sihir tingkat pusaka negara. Sun Quan benar-benar mengerahkan kekuatan besar kali ini; tidak hanya memanggil seorang ahli tingkat raja, tetapi ia juga mengerahkan satu pasukan ahli pemecah sihir secara diam-diam. Perlu diketahui bahwa seluruh Kekaisaran Dongwu hanya memiliki sekitar tiga puluhan ahli pemecah sihir saja! Melatih seorang ahli pemecah sihir membutuhkan tenaga dan sumber daya yang sangat besar, dan lagi, konstitusi tubuh seorang ahli pemecah sihir sangatlah khusus—biasanya di antara seratus ribu orang, sangat sulit untuk menemukan satu orang saja.

"Kirim kalian ke neraka!" Kedua tangannya menghujam keras ke dalam tanah di bawah kakinya. Seketika itu juga, lusinan pilar hitam yang sangat tajam mencuat dari dalam tanah di bawah kaki kedua belas ahli pemecah sihir tersebut. Para ahli pemecah sihir itu tertusuk oleh pilar-pilar hitam bagaikan ternak, tergantung tinggi di tiupan angin dengan kondisi kematian yang sangat mengenaskan.

"Sekarang!" Ia berbalik dengan tiba-tiba. Pada saat itu, kulit di dahinya mulai pecah-pecah, bahkan menampakkan tekstur otot di baliknya. Ia tahu bahwa efek samping dari Pil Iblis Surgawi telah mulai bekerja! Kendati demikian, ia tetap mengerahkan kekuatan sihir yang begitu masif di dalam tubuhnya. Tak lama kemudian, tubuhnya mulai membara oleh api yang berkobar hebat. Api itu semakin lama semakin ganas, membentuk angin puyuh api yang membungkus seluruh tubuhnya. Para prajurit Negara Jiangxia di sekitarnya sudah lama ketakutan setengah mati, dan begitu sang peri agung tewas, itu berarti mereka telah kehilangan pemimpin utama. Pada saat itu, beberapa dari mereka mulai mundur melarikan diri. Semua orang merasakan bahwa sebuah malapetaka sedang mendekat; jika tidak lari sekarang, tinggal berarti menunggu mati!

Di dalam pusaran api, kondisi tubuhnya telah menjadi sangat mengerikan. Seluruh kulit luarnya telah lenyap, menampakkan tekstur otot merah menyala tanpa pelindung. Pada saat itu, ia tampak seperti sesosok mayat hidup!

Ia terus memusatkan kekuatan sihirnya, dan ketika seluruh kekuatan sihir di dalam tubuhnya mencapai titik konsentrasi tertinggi, sebuah suara yang seolah datang dari langit dan bumi bergema ke segala penjuru: "Api Pembeku—Burung Phoenix!"

Sebuah pilar api membubung tinggi ke udara bagaikan letusan gunung berapi, dan begitu sampai di langit, api itu memadat menjadi wujud seekor burung phoenix berukuran raksasa! Burung phoenix itu benar-benar seekor phoenix dewasa, bukan produk setengah jadi seperti milik Sun Quan dahulu! Ini adalah jurik terkuat yang mampu ia gunakan sejauh ini!

Burung phoenix itu menjerit melengking, suaranya terdengar hingga ratusan mil jauhnya, bahkan membuat beberapa prajurit yang sedang berlarian kocar-kacir pingsan karena ketakutan!

Ia memberikan perintah kepada burung phoenix di langit: "Bunuh, jangan sisakan satu pun!"

Pada saat itu, para prajurit Pasukan Pemecah Perang dan anggota Pasukan Pembunuh Darah yang tersisa berkumpul di sekelilingnya. Mereka juga merasa terkejut dengan perubahan wujudnya. Sambil mengendalikan burung phoenix lewat pikirannya untuk membunuh musuh, burung phoenix itu menyapu area pertempuran, membuat barisan prajurit tewas dalam amukan api dengan lolongan kepedihan yang tak kunjung berhenti, menciptakan pemandangan tragis bagaikan di neraka!

Sementara itu, dilindungi oleh para bawahannya, ia terus-menerus mengeluarkan pil obat dari balik jubahnya, menelaknya ke dalam mulut seperti memakan biji kacang!

Pil Iblis Surgawi adalah obat terlarang yang mampu meningkatkan kekuatan penggunanya seratus kali lipat, bahkan seribu kali lipat dalam sekejap. Obat itu hanya boleh digunakan dalam situasi tanpa pilihan, dan biasanya orang yang meminum Pil Iblis Surgawi hanya akan mendapati satu akhir: tubuhnya meledak dan hancur berkeping-keping.

Ini adalah cara bertarung yang bunuh diri!